Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
ALPHA NIGHT'S SHADOW

ALPHA NIGHT'S SHADOW

He owns her body. She owns his secret. Only one can break first. From children to lovers. From lovers to people separated by hierarchies and bound by oaths. Daya and Night rule as Alpha and Shadow of the most feared pack in all of Eyriena. But beneath the throne lies a dangerous obsession neither of them can fully escape. "Let me go, Night," I met his gaze, forcing my voice to remain calm despite the urgency rising within me. His hand cradled my cheek with deceptive gentleness, but his grip around my waist was like iron — unmovable. The raw power of a hybrid radiated from him. “No.” His voice was low and commanding. “I’ll say when you can leave. And right now, I need you here.” His lips trailed heat down my neck, my pulse betraying me. His hands slid expertly down, finding the buttons of my shirt. His fingers worked skillfully, undoing them one after another, revealing my bra — barely holding in my full, straining breasts. “Mine," he murmured possessively, eyes locked on the soft mounds rising beneath... As ancient secrets unravel and a deadly curse tightens its hold, Daya must choose either to betray the only man she's ever loved — or lose herself completely to his dark side. In this world, love demands blood.
Paranormal
563 visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan untuk mengalir dalam pembuluh darahku, meninggalkan sensasi terbakar di belakangnya. Tidak biasa bagi pikiranku untuk mulai merenung tentang hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Apakah dia bisa melihatku sekarang? Mengenakan hanya atasan tipis, puting susuku menonjol melalui kain? Atau celana pendek yang kupakai yang hampir tidak menutupi pantatku? Apakah dia suka pemandangan ini? Tentu saja dia suka. Itulah mengapa dia memperhatikanku, bukan begitu? Itulah mengapa dia kembali setiap malam, semakin berani dengan tatapannya sementara aku diam-diam menantangnya. Berharap dia mendekat, sehingga aku punya alasan untuk menempelkan pisau ke lehernya. Sejujurnya, aku takut padanya. Sungguh takut. Tapi pria yang berdiri di luar jendelaku membuatku merasa seolah-olah aku duduk di dalam ruangan gelap, satu lampu menyala dari televisi di mana film horor diputar di layar. Itu sangat menakutkan, dan yang aku inginkan hanyalah bersembunyi, tetapi ada bagian dari diriku yang membuatku tetap diam, membuka diri pada ketakutan. Menemukan sensasi kecil dari situ. Sekarang kembali gelap, dan petir menyambar di daerah yang lebih jauh.
Horor
101.7K visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
Thriller
449 visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
Hasrat Liar di Bawah Satu Atap

Hasrat Liar di Bawah Satu Atap

Ruang tamu rumah itu terasa begitu luas, namun entah mengapa udara di sekitarnya terasa menyempit, menekan paru-paruku. Malam ini adalah awal kehidupan baruku bersama Ibu di rumah suami barunya. "Bella, ayo, jangan malu-malu. Mulai sekarang kita adalah keluarga," ucap Ibu dengan senyum merekah, menarik tanganku agar lebih mendekat. Di hadapanku berdiri dua sosok pria yang kini menjadi bagian dari hidup kami. Arthur, ayah tiriku, duduk dengan wibawa yang mengintimidasi. Usianya memang sudah menyentuh kepala lima, tapi aura maskulinnya justru semakin pekat. Tubuhnya gagah, terbalut kemeja yang sedikit ketat di bagian dada, dan brewok tipis di dagunya memberikan kesan tegas yang sulit diabaikan. Namun, bukan dia yang membuat bulu kuduku meremang. Melainkan sosok yang berdiri di sampingnya. Leonard, atau kerap dipanggil Leo. Abang tiriku. "Halo, Bella," sapanya. Suaranya berat, rendah, dan memiliki getaran yang membuat perutku terasa aneh. Leo mewarisi postur gagah ayahnya, namun dengan vitalitas masa muda yang meledak-ledak. Kaos hitam polos yang ia kenakan menempel pas di tubuhnya, mencetak jelas otot-otot dada dan lengannya yang atletis. Sepertinya tidak ada satu inci pun lemak di tubuh itu, hanya otot keras yang siap menerkam. Saat aku mengangkat wajah untuk membalas sapanya, aku menangkap basah tatapannya. Mata itu... tidak sedang menatap wajahku. Mata tajam itu sedang menelusuri lekuk tubuhku, berhenti cukup lama di area dadaku, seolah tatapannya bisa menembus kain blus yang kukenakan. Tatapan itu bukan tatapan seorang kakak, melainkan tatapan seorang pria yang sedang menilai mangsanya.
Young Adult
343 visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
Mengikat Hati Sang Dosen

Mengikat Hati Sang Dosen

Adinda Rahayu, seorang mahasiswa baru jurusan hukum yang ceria dan penuh ambisi, melangkah mantap di hari pertamanya di kampus. Ia siap menyerap ilmu dan pengalaman baru, membayangkan masa depan cerah sebagai praktisi hukum. Namun, takdir punya kejutan yang disimpannya di ruang kelas. Saat dosen mata kuliah pengantar hukum masuk dan memperkenalkan diri, dunia Adinda seolah berhenti berputar. "Selamat pagi semua, saya Bagas Pratama," ucap sang dosen dengan suara bariton yang menusuk relung hati Adinda. Mata Adinda membelalak. Itu Bagas. Mantan pacarnya. Mantan yang meninggalkannya empat tahun lalu karena alasan klise "fokus studi". Kakinya langsung lemas. "Dosennya... dia?" gumam Adinda pada teman sebangkunya, Maya, yang hanya menatapnya bingung. Sepanjang perkuliahan, Adinda berusaha keras menghindari kontak mata. Ia menunduk, mencatat tanpa fokus, dan berharap bisa menghilang dari muka bumi. Namun, Bagas sesekali melirik ke arahnya, senyum tipis terukir di bibirnya yang dulu sering mengecup kening Adinda. Setelah kelas usai, Adinda buru-buru membereskan tasnya, ingin segera kabur. Namun, suara Bagas menghentikannya. "Adinda Rahayu, bisa kita bicara sebentar?" Langkah Adinda terhenti. Jantungnya berdebar kencang. Ia membalikkan badan perlahan, menemukan Bagas berdiri di depannya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. "I-iya, Pak?" Adinda tergagap. Bagas tersenyum, kali ini lebih jelas. "Sudah lama ya, kita tidak bertemu." Adinda hanya bisa mengangguk kaku, pikiran kalut membanjiri benaknya. Dosennya adalah mantan pacarnya. Bagaimana ini bisa terjadi? Dan yang lebih penting, bagaimana ia akan menjalani satu semester ke depan dengan situasi sekacau ini?
Romansa
153 visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
Roommates With The Badboy

Roommates With The Badboy

Vicky Amy
Tiffany Jones is beautiful, innocent and a straight-A student, straight from elementary school, well, until she met Zeke. She had a lot of bad experiences while growing up, but that didn't stop her from becoming the person she was. Except that she had very huge trust issues. In college, she's made to share a bedroom with who she calls a total jerk. Yup, that's him, Ezekiel Blakely, popularly known as Zeke. He's a bad boy. He's a player. He's dangerous. He's reckless. The two are seen and talked about in the college, making Tiffany get attention, which she dislikes. How's she gonna cope with such a jerk? Would she give in to his flirtatious character and risk it all or would she flee before it's too late? Keep reading to find out. "Why the f*** did you have to wear this," This time, he pinned me to the wall, completely taking me off guard. "Nerd you're turning me on," He said and then pressed himself against me. There was no doubt he was already turned on. Oh, God! He brought his face to my neck and breathed hotly against it, sending shivers to my body. He trailed one of his hands up to my dress and our breathing was already getting hot. With one hand on my waist and the other making its way to my bra he whispers, "Stop torturing little Zeke."
YA/TEEN
104.4K visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
Hello! Mr. Billionaire

Hello! Mr. Billionaire

"Mmmn, Zane” I moaned amidst the heat of passion. The sexual urge was inevitable. “Imagine I’m right in front of you” He sounded soft, s*xy, and seductive. “I can see you shirtless with the s*xy abs you’ve shown me” I imagined his naked figure in front of me. “Good. Now imagine everything you want to do to me. I can also see you with a s*xy red bra on, revealing those juicy b*obs” “Mmmn I can feel your hands on my b*obs” I moaned loudly. A sudden knock on the door disrupted the s*x call that felt almost real, and I was extremely aroused. I disconnected the call to get the door. “Hmmn Finn” I moaned his name coldly, allowing him in. “Hi Rita” He smiled innocently. I stared at him seductively. I saw everything Zane told me to imagine earlier. Naked, hot, and sexy! I drooled, heavily aroused, and engrossed in my dirty imagination. I jumped on innocent Finn, pinned my body against him, and kissed him deeply. Looks like Finn understood the assignment. He didn’t resist; he lifted me in bridal style, laid me on the couch, and yanked off my clothes. ~~ He satisfied my sexual desires and made me feel like a woman. I gave Finn my body, and I didn’t care, but unknowingly, it was the greatest mistake of my life.
Romance
105.3K visualizaçõesCompleto
Ler
Adicionar à biblioteca
Accidentally Yours, Mr. CEO!

Accidentally Yours, Mr. CEO!

"Ouch, ang sakit ng ulo ko," daing ko habang hawak ito. Para itong binibiyak sa sobrang sakit. Dahan-dahan akong nagmulat ng mata at umupo. "Teka, nasaan ako?" Ang huli kong natatandaan ay nasa bar ako at nagpapakalasing upang makalimot. Niloko kasi ako ng long time boyfriend ko pagkatapos ng tatlong taon naming relasyon. At para panandalian makalimutan ang sakit ay nagpasya akong magpunta sa bar para aliwin ang sarili ko. Napasinghap ako sa gulat ng mapagtanto ko na wala akong saplot. "Bakit nakahubad ako?!" Bulalas ko habang kipkip ang katawan ko ng kumot. Wala akong suot na bra, kahit panty ay wala, ang nakakabahala ay masakit pa ang gitna ko... palatandaan na may nangyari na hindi dapat. Nanigas ako ng maramdaman na may gumalaw sa tabi ko. "Oh no..." Ayokong lumingon dahil kinakabahan ako. Pero kailangan kong kumirmahin ang hinala ko, kaya dahan-dahan akong lumingon. Umawang ang labi ko sa gulat ng makita ang huling tao na naisip kong makikita ko. S-si Sir Elijah, ang CEO at boss ko! May nangyari sa aming dalawa! Ang unexpected sex naming dalawa ay nauwi sa kontrata ng kasal at sa loob ng isang taon ay pag aari niya ako.
Romance
1036.7K visualizaçõesCompleto
Ler
Adicionar à biblioteca
O Alfa Que Tomou Meu Coração

O Alfa Que Tomou Meu Coração

A primeira vez que meu amigo de infância, Natan Santos, despertou como lobisomem, nossos amigos me chamaram para ajudá-lo a passar pelo cio. Mas Natan apenas balançou a cabeça. — Eu realmente não quero que ela consiga isso tão facilmente. O amor dos lobisomens é leal acima de tudo, e a primeira pessoa que eu marcar se torna minha companheira para a vida inteira. Quando a Isabela aparecer, eu não vou ceder, nem se ela implorar para me ajudar. Ele esperou e esperou, mas eu nunca apareci. Natan não sabia que o segurança do irmão dele, Luan, já havia lotado meu celular de mensagens. — Srta. Isabela, o Sr. Teodoro já a reivindicou como companheira. Por favor, pode vir e dar um beijo nele? Acontece que eu havia caído enquanto esquiava e morrido cinco anos antes. O irmão dele, Teodoro, me marcou e me deu metade da própria vida, me puxando de volta das garras da morte. Naquela noite, envolvi meus braços ao redor do pescoço de Teodoro e o provoquei: — Teo, para de se segurar. Me conta… há quantos anos você está secretamente apaixonado por mim?
História curta · Lobisomen
14.4K visualizaçõesCompleto
Ler
Adicionar à biblioteca
RAHASIA MENANTU IDAMAN

RAHASIA MENANTU IDAMAN

“Aku yang di atas... atau kamu yang di bawah, Mas?” Suara Kanya terdengar pelan tapi tajam. Brian hanya tersenyum tipis, menurunkan kacamatanya dan menatap lurus ke mata wanita itu. “Aku nggak keberatan posisi mana pun,” ucapnya tenang. “Asal kamu siap kalah.” Sejak malam itu, pernikahan mereka bukan lagi tentang cinta—tapi tentang siapa yang lebih berbahaya. Wanita penuh luka. Pria penuh rahasia. Dijodohkan dan justru saling membunuh atau menyelamatkan. Kanya, model papan atas dengan senyum memabukkan dan tingkah penuh energi, sebenarnya menyimpan luka masa lalu yang kelam, korban pemerkosaan brutal oleh sekelompok pria yang sampai kini belum tersentuh hukum. Diam-diam, ia membesarkan seorang anak laki-laki yang lahir dari tragedi itu. Ketika ia ditunjuk sebagai Brand Ambassador di NHB perusahaan fashion elit yang sedang naik daun, Kanya bertemu Brian, manajer dingin, kaku, dan terlalu profesional untuk urusan hati. Ia mengira pria itu cuma pria kantoran yang cupu dan membosankan. Tapi siapa sangka di balik sikap tenangnya, Brian juga menyimpan masa lalu yang tak kalah kelam. Hidupnya selama ini dikendalikan pacar ambisius bernama Sintia dan beban kerja yang mencekik. Pertemuan mereka seharusnya hanya sebatas kerja. Namun takdir berkata lain. Ternyata mereka dijodohkan oleh kedua orang tua. Dan yang lebih mengejutkan, rahasia masa lalu mereka saling terhubung. Terlalu dalam. Terlalu gelap. Kanya berniat memanfaatkan pernikahan itu sebagai senjata balas dendam. Tapi saat Brian mulai menunjukkan sisi gilanya, Kanya sadar dia mungkin bukan senjata tapi rekan kejahatan paling berbahaya yang pernah ada. Dua orang penuh luka. Satu pernikahan yang jadi ladang konspirasi. Dan cinta yang tumbuh dari reruntuhan dendam.
Romansa
101.4K visualizaçõesEm pausa
Ler
Adicionar à biblioteca
ANTERIOR
1
...
3031323334
...
37
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status