Istri Kedua Sang Presdir
Jemarinya menari di atas layar, menyusun kalimat revisi yang terdengar formal namun sarat tekanan, semua atas nama Keandra.
"Neina, ada revisi dari Pak Keandra. Halaman 117, angka 1.6. Harap segera dilakukan." Ia tahu, Neina pasti sudah sangat lelah.
Di ruang kerja yang masih terang benderang, Keandra duduk di kursi kebesarannya. Rautnya masih petir tanpa suara, wajahnya mengeras seperti pahatan.
Ia mengaktifkan layar raksasa di dinding, memproyeksikan halaman 117 dari dokumen Neina. Angka 1,6 menyala merah menyolok, seolah sebuah lampu peringatan bahaya.
Sikat na Kabanata