Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Istri yang Kehilangan

Pembalasan Istri yang Kehilangan

"Aku tidak membutuhkan seorang istri yang tidak berguna sepertimu. " "Bukankah Sulit bagimu untuk hidup dengan semua yang terjadi. Lebih baik bagimu untuk mati. Lagipula kau hidup juga tidak berguna." Senna harus menanggung kematian sendirian dan ditinggalkan oleh semua orang. Hidupnya dipenuhi dengan penyesalan. Namun, dia beruntung karena terlahir kembali tepat sebelum semua di mulai. Kali ini dia akan membalas semua yang mereka lakukan padanya. Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi, menjadi hambatan besar baginya. A/N: Jangan lupa vote ya
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Dendam Wanita Yang Difitnah

Dendam Wanita Yang Difitnah

Dua puluh tahun Mirna dipenjara atas kesalahan yang tidak ia perbuat, kini ia telah bebas dan akan mencari siapa pelaku utama yang telah memfitnahnya
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Siapa yang Mengerti Hatiku?

Siapa yang Mengerti Hatiku?

Oria Juanda adalah dewi kampus polos yang terkenal di Universitas Zimbra karena kesuciannya yang memesona. Di hati sekian banyaknya mahasiswa pria, dia adalah cinta pertama yang tak tergapai. Sampai hari ini, forum kampus tiba-tiba membocorkan foto-foto pribadinya. Dalam semalam, reputasinya hancur, hak beasiswa pascasarjananya dicabut, bahkan saat berjalan di jalan pun ada orang yang menanyainya, "satu malam berapa harganya". Tapi ... hanya satu orang yang punya foto itu, yaitu pacarnya: Zerian Canadi! Semangat Oria hancur, dia berlari ingin menemui pria itu untuk meminta penjelasan. Namun tepat saat hendak mendorong pintu, terdengar suara sahabat Zerian dari dalam, "Kak Zerian, jurus kamu ini benar-benar kejam. Begitu foto-foto pribadi itu dirilis, reputasi Oria segera hancur, hak beasiswanya juga lenyap. Lihat nanti apa dia masih berani bersaing dengan Chelsea soal apa pun."
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Arus yang Membuatku Liar

Arus yang Membuatku Liar

"Sayang, aku setel ke pengaturan tertinggi sekarang. Nikmatilah." Sambil berkata, suamiku menekan tombol pengontrol di tangannya. Aku masih di luar, di antara kerumunan, tapi aku langsung lemas terduduk di lantai di bawah tatapan semua orang. "Nggak ... Ini terlalu berlebihan." Sebelum aku sempat berdiri, semua pria di sekitarku mendekat, menatapku dengan tatapan jahat. "Bu, biar kami bantu..."
17.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Pemilik Rumah yang Cantik

Pemilik Rumah yang Cantik

Saat menyewa rumah, apa kalian pernah bertemu dengan pemilik rumah yang cantik? Aku dan pemilik rumah tinggal berseberangan. Awalnya, aku mengira dia adalah perempuan cantik yang sifatnya cukup dingin. Namun, suatu hari aku benar-benar melihatnya memutar pinggangnya saat menyapu tangga. Belakangan, kami menjadi akrab satu sama lain, bahkan dia dengan ramahnya mengundangku mengunjungi rumahnya. Hingga suatu hari, aku bersembunyi di lemari di rumahnya, menyaksikan dia dan suaminya saling bercengkerama dengan mata kepala sendiri.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Suamiku, sang CEO, selalu mengira aku ini perempuan matre. Setiap kali pergi menemani cinta pertama yang depresinya kambuh, dia akan membelikanku satu tas Hermes edisi terbatas. Setengah tahun kami menikah, ruang wardrobe penuh sesak dengan tas-tas mahal. Sampai ketika tas yang ke-sembilan puluh sembilan kuterima, dia menyadari perubahan sikapku yang tiba-tiba. Aku tak lagi menangis histeris setiap kali dia pergi menemani wanita itu. Aku tak lagi menerjang hujan badai hanya karena satu kalimat, “Aku ingin bertemu denganmu.” Yang kupinta darinya hanyalah sebuah jimat pelindung untuk anak kami yang belum lahir. Saat kata “anak” terucap dari bibirku, tatapan Andika Kesuma sedikit melunak. “Kalau kondisi Olivia sudah membaik, aku temani kamu periksa kehamilan ke rumah sakit.” Aku hanya mengangguk dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari lalu… aku sudah kehilangan anak itu. Ya, aku keguguran. Antara aku dan dia kini… hanya tersisa selembar surat cerai yang menunggu untuk ditandatangani.
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
TERJERAT CINTA YANG SALAH

TERJERAT CINTA YANG SALAH

Autumn
Dikatakan benar adalah tentang perasaanku padanya. Benar jika aku jatuh cinta padanya, dan ingin ada di sampingnya, mendampinginya dan mengharapkan hidup bahagia bersamanya. Dikatakan salah juga adalah tentang perasaanku. Perasaan ini tak seharusnya kutanamkan untuk pria itu. Tidak seharusnya aku mencintai seseorang yang ternyata sudah jadi milik orang lain. Namun, aku sendiri juga tak bisa menghapus perasaan yang begitu menggebu-gebu ini. Hingga pria itu menawarkan sesuatu yang cukup 'gila' padaku. Apakah aku harus menerimanya? Atau mengabaikannya saja? Perasaan yang membuatku terbelenggu ini aku tak tau bagaimana menyelesaikannya. *** Cerita ini adalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, alur, tempat dan penokohan itu merupakan ketidaksengajaan. Selamat membaca. Semoga kalian suka. Cover by Canva
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Betapa perih hati Alya, karena suami yang dia cinta dan percaya, kini berubah menjadi sosok yang kasar dan penuh pengkhianatan. Alya dibiarkan mengurus rumah dan keluarga sendirian, menanggung semua beban hidup seorang diri seolah tak bersuami. Alya ingin menyerah, namun ia bertahan demi putri semata wayangnya. "Ayah, aku nggak mau sama Bunda yang ini. Kenapa gak cerai saja?" Kalimat yang terlontar dari mulut anaknya sendiri, membuat pertahanan Alya seketika runtuh.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Sinta percaya ia menikah dengan lelaki sederhana bernama Arga teknisi yang jujur, setia, dan penuh ketulusan. Tiga tahun hidup di rumah kontrakan membuatnya yakin cinta sejati tak butuh kemewahan. Namun perlahan, retakan muncul. Telepon rahasia, paket misterius berisi jam tangan berinisial A.M., hingga berkas laptop yang mengungkap identitas asli suaminya: Aditya Mahendra, pewaris keluarga bisnis raksasa. Kebohongan demi kebohongan memaksa Sinta mempertanyakan siapa sebenarnya pria di sisinya. Apalagi ketika nama Maya, mantan tunangan Arga, kembali muncul membawa ancaman. Arga terhimpit antara masa lalu dan cintanya pada Sinta, sementara Sinta terjebak antara bertahan atau pergi. Saat bayangan Mahendra Group dan Maya kian mendekat, satu pertanyaan menggantung: apakah cinta mampu bertahan di atas fondasi kebohongan?
557 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai cara menulis cerpen yang baik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
4243444546
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status