Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sinar di Balik Pengkhianatan

Sinar di Balik Pengkhianatan

Selama tiga tahun menikah dengan Suryanto Pradana, Julianti Sahara telah mengalami enam puluh delapan kali percobaan pembunuhan oleh musuh-musuhnya. Diceburkan ke sungai, dibakar, diserang dengan pisau ... Semua ini terjadi hanya karena Suryanto menguasai jaringan gelap Kota Beirus, membuatnya memiliki musuh yang tak terhitung jumlahnya. Orang-orang itu yakin bahwa Julianti adalah titik lemah Suryanto, sehingga mereka tidak segan-segan menyerangnya. Setiap kali Julianti berhasil selamat dari ambang kematian, Suryanto akan memeluknya dengan erat, matanya memerah, tangannya gemetar saat berkomunikasi dengan bahasa isyarat, "Aku yang tidak berguna, tidak bisa melindungimu dengan baik." Hingga pada terakhir kali, Julianti diculik dan diikat di samping tangki penyimpanan minyak oleh musuhnya, lalu diledakkan hingga sekarat. Julianti terbangun di rumah sakit dan menyadari bahwa pendengarannya pulih. Di telinganya terdengar suara Suryanto yang sedang berbicara dengan temannya. "Dulu, saat Yulia Ananda diculik oleh musuhmu, untuk melindunginya, kamu sengaja memutus hubungan dengannya, lalu menikahi Julianti, si gadis tuli itu. Kamu memanjakannya sampai semua orang tahu, membuat musuh-musuhmu mengira bahwa Julianti adalah orang yang paling kamu cintai, sehingga dia berulang kali menjadi tameng bagi Yulia ... Apakah kamu tidak terlalu kejam melakukan itu?"
Cerita Pendek · Romansa
11.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mengejar Cinta Sang Dosen Populer

Mengejar Cinta Sang Dosen Populer

"Dia siapa, Ma?" Entah kenapa aku gugup sendiri saat tanya itu mencuat. Aku belum berani melihat jelas wajahnya. Sampai Bu Tya memperkenalkanku padanya. "Ning, kenalkan ini anak sulung saya, Zen Maulana. Zen, ini Ning yang mau bantu mama bersih-bersih rumah. Dia juga mau kerja di kantin kampus." Aku yang baru saja menginjakkan kaki di anak tangga terakhir terlonjak kaget. Nama itu, tidak asing bagiku. Apa hanya sebuah kebetulan nama lengkapnya sama. Aku memberanikan diri melihat wajah anak sulung Bu Tya. Seketika kotak yang kupegang jatuh membuat isinya berhamburan. Rasa-rasanya kepalaku bagai dihantam palu. Aku tidak menyangka akan bertemu laki-laki masa lalu di rumah besar ini. Nasib yang menurutku baik bertemu Bu Tya ternyata disertai kejutan besar bertemu orang yang membuatku tidak tenang di tiga tahun terakhir hidupku. "Zen? Dia benar-benar Zen yang sama, Zen Maulana." Tanganku mendadak tremor. Bulir keringat sebesar biji jagung bermunculan. Bahkan tenggorokan terasa tercekat. Aku dilanda ketakutan seperti seorang penjahat yang menanti eksekusi hukuman. Pandangan mulai mengabur dan gelap. Lutut lemas seolah tak bertulang, aku terhuyung. Sebelum kesadaranku hilang, sayup-sayup telingaku menangkap suara. Nama panggilan yang biasa Zen sebut untukku. "Han!" Simak ceritanya, yuk.
Romansa
1023.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

Yukine dengan tubuh barunya menginjak tangan kotor yang pernah menjamahnya, akibatnya laki-laki yang masih berhubungan darah dengannya itu kesakitan. Ini adalah permulaan yukine masih memiliki daftar nama orang-orang di kehidupan sebelumnya yang harus menerima karma darinya.
Romansa
106.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Saat aku berusia tujuh tahun, wanita cantik yang dibawa pulang oleh ayahku memberiku sekotak mangga. Hari itu, sambil melihatku menyantap mangga dengan lahapnya, ibuku membubuhkan tanda tangannya di atas surat cerai, lalu melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, mangga menjadi mimpi burukku seumur hidup. Oleh karena itu, di hari pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku, Edwin Faresta, "Kalau suatu saat kamu mau cerai, kasih saja aku buah mangga." Suamiku memelukku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, sejak saat itu, mangga juga menjadi hal yang tabu bagi dirinya. Pada malam Natal di tahun kelima pernikahan kami, teman masa kecil suamiku meletakkan sebuah mangga di atas meja kerjanya. Hari itu juga, suamiku mengumumkan pemutusan hubungan dengan teman masa kecilnya, Rani Delana dan memecat Rani dari perusahaan. Pada hari itu, aku merasa bahwa dialah pria yang memang sudah ditakdirkan untukku. Hingga setengah tahun kemudian, aku kembali dari luar negeri setelah berhasil menegosiasikan kontrak kerja sama senilai dua triliun. Di pesta perayaan itu, suamiku menyodorkan segelas minuman kepadaku. Setelah aku meminum setengahnya, teman masa kecil suamiku, yaitu wanita yang dulu diusirnya dari perusahaan itu, berdiri di belakangku dan bertanya sambil menyeringai, "Apa jus mangganya enak?" Dengan wajah penuh rasa tidak percaya, aku menoleh ke arah Edwin, suamiku. Namun, Edwin justru menahan tawa dan berkata, "Jangan marah ya. Rani bersikeras memintaku untuk mengerjaimu sedikit." "Aku kan nggak kasih kamu buah mangga. Aku cuma kasih kamu sebotol jus mangga saja." "Lagi pula, menurutku Rani benar. Kamu nggak mau makan mangga itu cuma karena kamu banyak tingkah aja." "Lihat sendiri, 'kan? Tadi kamu meminumnya dengan sangat senang." Wajahku langsung menjadi dingin. Aku mengangkat tangan dan menyiramkan sisa jus mangga itu ke wajah pria itu, lalu berbalik pergi. Ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah menjadi bahan candaan. Mangga bukan sekadar lelucon dan niatku untuk bercerai juga bukan candaan.
Cerita Pendek · Romansa
11.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Untuk mengejar dan menangkap Hoaren, buronan Kekaisaran Tiongkok, diutuslah pasangan muda, Feng dan Huang. Pengejaran itu membawa mereka ke Kerajaan Swarnadwipa yang pada masa itu berpusat di Minangatamvan, Pulau Andalas. Feng dan Huang menaiki sebuah kapal bersama Guru Ma, seorang Biksu Budha yang sengaja diutus Kaisar Li Shimin atau yang lebih pouler dengan nama Kaisar Taizong untuk mencari dan menerjemahkan Sutra di kawasan Laut Melayu yang kemudian dikenal dengan nama Nusantara. Dalam pengembaraan mencari Hoaren, Feng dan Huang bertemu banyak tokoh-tokoh sakti dari Andalas. Fitnah dan kekejian mengiringi langkah keduanya hingga sampai pada akhirnya, mereka menemukan Hoaren dan bertarung mati-matian. Mampukah Feng dan Huang menuntaskan tugas mereka? Atau, justru keduanya harus kalah di tangan Hoaren yang licik? Temukan jawabannya di dalam novel ini. Selamat Membaca ^^
Pendekar
107.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
ISTRI RAHASIA KONGLOMERAT

ISTRI RAHASIA KONGLOMERAT

Safna tak pernah menyangka bahwa abah akan menukarnya dengan sejumlah rupiah. Dengan terpaksa ia menerima jadi istri kedua tuan Roger. Sementara di hatinya masih terselip nama Syam yang tengah berjuang mencari uang untuk melamarnya di negeri orang.
Romansa
1018.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Istri yang Kau Doakan Cepat Mati, Kini Jadi Istri Atasanmu

Istri yang Kau Doakan Cepat Mati, Kini Jadi Istri Atasanmu

“Mbak ... aku hamil anak suamimu.” Tes pack di tangannya seperti belati yang menusuk tepat ke jantungku ... garis dua yang kuimpikan selama lima tahun pernikahan. Dadaku sesak, air mata mengaburkan pandanganku. Aku menatap Mas Alvin yang kini masih menunduk, berharap ia akan membantahnya. “Mas … aku mau cerai,” ucapku terbata, suaraku bergetar. Perlahan, ia mengangkat wajahnya. Senyum tipis terukir di bibirnya—bukan senyum dari orang yang pernah kucintai. “Aku nggak bakal ngelepasin kamu, kecuali ... kamu mati.”
Rumah Tangga
689 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Ssst, Diam Pak Boss!

Ssst, Diam Pak Boss!

[18+] Lola, seorang fresh graduate yang mendapat pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan milik Christian—seorang pria yang diisukan pernah menikah, namun bercerai hanya satu minggu setelah pernikahannya. Dilanda kesulitan adaptasi saat probation, suatu hari Lola kedapatan lembur sampai malam. Yang ia tidak sangka, justru ia mendapati CEO itu bermain solo di ruangan. Antara rahasia dan perjanjian menyeretnya pada hubungan yang membingungkan. "Saya gak perlu tidur dengan kamu untuk kamu tutup mulut kan?"
Young Adult
103.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Catatan Utang Seorang Istri

Catatan Utang Seorang Istri

"Kenapa kamu tidak bilang kalau uangmu dijatah, Rika? Harusnya kamu tidak perlu membelikan emak baju untuk undangan besok. Maafkan anak emak, Sayang. Emak akan mengaharnya," ujar perempuan yang kini berdiri menghadapku. Astaga, aku bagai melempar bumerang dan kini balik menyerangku. "Aaah, sakit, Mak!" seruku saat telunjuk dan jempol emak memutar di perutku. Oh Tuhan, hilanglah lah sudah harga diriku depan istri yang sering kubentak. Mungkin kedepannya dunia kami akan terbalik.
Romansa
9.315.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Ayo Bercerai, Tuan CEO Terhormat!

Ayo Bercerai, Tuan CEO Terhormat!

“Jangan bermain-main denganku, Camelia!” “Main-main? Kamu pikir aku anak kecil. Aku serius Rainer. Mari kita bercerai. Aku bebaskan kamu dari pernikahan ini, bukankah itu keinginanmu sejak setahun yang lalu? Aku kabulkan sekarang,” ujarku dengan tenang. “Tidak semudah itu, Camelia!” balas Rainer–suamiku. Suamiku selalu bersikap dingin dan tak pernah menganggap keberadaanku. Saat kekasihnya kembali hadir di antara kami, ku turuti kemauannya untuk bercerai. Namun, mengapa dia malah mempersulit proses perceraian?
Romansa
1072.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status