ANAK TUKANG CUCI PIRING
Azu Racerpen tentang nenekrumah nenekcerita ngewe nenekcerita dewasa nenek
Dengan mata basah Ibu menjelaskan, netraku jadi ikut berembun.
Kualihkan tatapan dari Ibu menuju pekerjaan rumah di hadapan, nampak beberapa orang tengah menaikkan bata merah. Mimpi apa hamba, Ya Rabb? Sebentar lagi, keluargaku akan memiliki rumah lebih layak, tak bolong lagi, tak dingin lagi karena angin yang setiap malam selalu tembus melalui celah bilik, tak takut rubuh lagi jika kaki kami melangkah.