Suatu Senja di Tanah Senja
Meninggalkan air muka penuh iba di belakangku bersama seluruh bisik-bisiknya.
Rumahku terletak sekitar lima puluh meter dari pasar setelah belok kiri. Rumah itu sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu. Tapi begitu, di sanalah, di rumah sederhana itu, aku lahir dan akar pertama hidupku tumbuh mencengkeram tanah. Di sanalah, di rumah sederhana itu, harapan dan impianku berbiak memperindah hari-hari. Dan di sanalah, di rumah sederhana itu, awal dari kemalanganku yang bertubi-tubi. Kini, berdiri di hadapannya kepalaku dibanjiri kenangan masa lalu. Aku gemetar di tempatku. Darah berpacu kencang dalam urat nadiku, jantungku berdetak liar. Rumahku masih terlihat sama dengan saat ter
Hot Chapters