WARUNG TENGAH MALAM
Amang mengangguk, kemudian dia berlari ke arah pekerja yang sedang membantu menurunkan barang-barang dari pedati, dia berbicara kepada dua pekerja disana dan memberikan sejumlah uang gulden dan kuda untuk dipakai olehnya berangkat keluar kampung, untuk membantu mencari ayam cemani atas suruhan Adriaan.
Awalnya ketika pagi tiba, Adriaan, Amang dan Ki Wisesa mengumpulkan warga. Adriaan secara terang-terangan meminta maaf kepada para warga Kampung Sepuh, dia dibantu Amang sebagai penerjemah untuk menerjemahkan setiap ucapan dari Adriaan, seorang yang menganggap dirinya superior dan ras paling tinggi daripada warga Hindia Belanda menundukan kepala, dia meminta maaf dari lubuk hatinya yang paling
Bab Populer