Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Garis Tangan Sang Putra Mahkota

Garis Tangan Sang Putra Mahkota

Warung tersebut tak begitu besar, hanya ada dua meja panjang dengan empat bangku yang panjangnya senada dan beratapkan terpal. Warseno masih berdiri tapi matanya terbelalak, badannya gemetar, hatinya dag-dig-dug. Ia sudah lelah mencari Wandari kemana-mana. Ternyata yang ia cari muncul sendiri dihadapannya saat ia sudah berhenti mencari.
378 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
Mas! Jangan Lupa Jatahku Ya!

Mas! Jangan Lupa Jatahku Ya!

Udara pagi masih dingin, sisa embun menempel di rerumputan pinggir jalan, dan aroma khas dedaunan basah bercampur asap tipis dari tungku-tungku rumah warga yang mulai memasak. Sesampainya di warung, antrian sudah cukup panjang. Beberapa ibu-ibu berdiri berjajar sambil menenteng rantang dan kantong plastik, mengobrol riuh sambil menunggu giliran. Begitu Tarjo muncul, beberapa pasang mata langsung melirik, dan bisik-bisik kecil pun mulai terdengar. "Eh, Tarjo... tumben beli di sini..." sapa Bu Ani, matanya menyipit penuh selidik namun ramah.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

====================== JANGAN LUPA! FOLLOW, LIKE, AND COMMENT! ====================== Siang itu Ajeng tiba di ruko butik Tante Sarah sendirian. Bangunannya masih terlihat baru, cat dindingnya bersih, kaca etalase mengilap, dan aroma furnitur baru masih terasa saat Ajeng melangkah masuk. Tante Sarah langsung menyambut dari balik meja depan. “Jeng, sini,” panggil Tante Sarah sambil tersenyum.
1077.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

sapa Arjuna pada beberapa orang di dalam. "Weh, Juna. Apa kabar? Sehat, lo? Lama banget nggak kesini." balas pemilik warung. Namanya Bang Tegar. Cowok usia 20-an yang terjebak di tubuh bapak-bapak.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Melamar Suamiku

Wanita Yang Melamar Suamiku

“Ini warung makan istimewa, masih baru, belum punya aplikasi seperti itu. Lagian aku niatnya begitu, ini niat orang yang mau berangkat untuk berobat, tolong jangan ditawar!” “Oh, iya, baik, Pak, maaf. Segera kami laksanakan.” “Terima kasih, May. Jangan lupa, pemilik warung itu namanya Bening! Aku berangkat ya, pesawatku mau berangkat! Jangan lupa doanya!” “Siap, Pak! Terima kasih bubur ayam spesialnya!” “Balum juga kamu makan!” “Pasti enak, kalau tidak tak mungkin Pak Elang recomended banget.”
1081.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Itu adalah ucapan yang Odeng terima dari penjaga warung kelima yang dia datangi, setelah Odeng pergi penjaga warung itu berbicara dengan bisik-bisik kepada orang lain yang duduk di warungnya. “Sttt, si Akang eta mun ges jajan di warung ieu pasti weh duit sapuluh rebu di warung leungit. Sarua jeung kasus di warung nu tukang oge kitu, ciri-ciri Akang na sarua. (Sttt, si Akang itu kalau udah jajan di warung ini pasti aja uang sepuluh ribu di warung hilang. Kasusnya sama seperti warung yang di belakang, ciri-ciri Akangnya juga sama.)”
10126.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai warung ajeng
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Ucap Ibuku sambil menepuk pundakku lalu pergi bagian dalam warung untuk membereskan stok dagangan. Aku mencoba menggosokan mataku, aku terdiam sesaat sembari duduk di kursi warung, mencoba mengumpulkan kesadaranku sebelum aku beranjak pulang ke rumah. Aku melihat secara samar samar, Aki Karma masih tertidur lelap di depan warung. Namun kali ini kulihat ada sebuah wayang yang tergeletak yang letaknya tidak jauh dari tempatnya tidur, wayang yang berbentuk buta berwarna hijau dengan anting emas yang dipakai. Persis seperti apa yang kulihat sewaktu aku terjebak di dalam pasar malam itu.
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai warung ajeng
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Jarak warung itu lebih dekat dari rumah baru kami dari pada dari toko Mas Seno. Setelah sampai warung aku lalu langsung memesan makanan. "Mbak. Tolong nasi campur dua ya."pintaku "Eh. Kamu bukannya istri Mas Seno?"tanyanya wanita yang bernama Wanti "Iya."jawab ku. "Sus... Susi sini. Ada calon madu mu tuch."serunya. Aku terkejut mendengar Wanti berteriak memanggil Susi dan mengatakan calon maduku.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Amschel menunjukkan buku menunya pada Karin. "Aku gak bawel ya. Ya makan rawon aja. Kok baru tau ya?" "Katanya sih pemilik warungnya dari Indonesia." "Serius?" Karin tak percaya, dari namanya saja unik 'warung?'. Amachel mengangguk. "Bentar ya, aku mau kesana dulu." Terlihat pemilik warung yang memakai kebaya dan berkonde itu masih menggoreng. "Saya ingin memesan dua rawon. Dan minumannya teh hangat saja."
9.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

terdengar salah seorang pelanggan warung berkata lalu disambut oleh hampir seluruh warung dengan tawa riuh. “Kurang ajar! Mereka menghinaku!” geram Diajeng Sekar Laras dalam hati. Ia ingin marah kepada orang-orang dalam warung itu, namun kemudian ia menyadari, bahwa semua itu akibat kecerobohannya senidir. Iya, tadi ia hanya menggunakan Mantra Malih Rupo tapi lupa menggunakan Mantra Malih Suara. Ia pun jadi tersenyum sendiri. “Mari, Nik, ini masih ada satu tempat. Tapi di dekat pawon, silakan...!”ucap laki-laki pemilik warung dengan sikapnya yang tetap sopan sebagai seorang penjual.
8.620.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai warung ajeng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status