Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Setiap hari pertengkaran dan perdebatan. Itulah yang terjadi dalam rumah tanggaku. Sedikit saja masalah, seketika menjadi pertikaian yang hebat. Ya Allah aku lelah! Berdosakah jika aku memilih mundur? Tak ada bayangan masa depan yang cerah jika aku bertahan dengan lelaki yang selalu membuat goresan luka. Belum lagi, biaya sekolah anak. Aku tak mau anakku tak menempuh pendidikan yang tinggi. Anakku harus lebih dariku. Harus! Aku segera masuk ke dalam kamar. Meraih sepucuk surat dari Abah. Lelaki cinta pertamaku. Surat yang baru saja sampai tadi pagi. Dalam surat ini berisi, Abah memintaku segera pulang, karena warisan akan segera di bagi dengan kakak dan adikku. Aku tak mau, Mas Bima tahu hal ini. Karena jika ia tahu, bisa jadi akan dia kuasai dan aku hanya gigit jari. Bismillah ... aku harus segera pulang, hanya bersama Azkia, bagaimanapun caranya. Ya Allah ... aku lelah!
1073.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Narpendyah Kahurangi
Penampakan sesosok kuntilanak merah sering terlihat menghantui warga semenjak menghilangnya seorang gadis di Desa Kumpeh, Menur. Tak lama berselang, teror terus berlanjut. Desa Kumpeh kembali geger sebab ditemukannya mayat seorang pria yang terbunuh secara brutal di kawasan pohon beringin yang dianggap wingit dan sebagai tempat tinggal Makhluk Merah si penguasa tempat itu. Di desa lainnya, lima orang pria mati dengan keadaan serupa, sadis dan tidak manusiawi. Apakah kematian mereka ada hubungannya dengan kematian pria sebelumnya? Apakah kematian mereka disebabkan oleh sosok kuntilanak merah atau pun si Makhluk Merah penunggu pohon beringin keramat? Mampukah Sanusi, si kepala kampung, memecahkan misteri yang terjadi di desa tempat tinggalnya?
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

Area dewasa 21++ "Kau menyukainya?" Suara Jacob terdengar berat, matanya menatap dalam gadis di depannya. Luna menelan ludah, gugup dengan perasaan berdebar-debar. "Haruskah ini terjadi?" tanyanya. Jacob membelai wajah gadis itu seraya mendekat dan memberikan ciuman lembut di bibir. Ia tidak mengira bahwa dirinya akan jatuh cinta pada gadis yang berusia sepuluh tahun lebih muda darinya. Sambil tersenyum, Jacob menjawab. "Ya, ini harus terjadi dan kau pasti akan menyukainya." bisiknya dengan sensual. ___ Di hari pernikahan, kabar duka menghancurkan kebahagiaan Jacob. Kekasihnya meninggal dalam kecelakaan tragis di perjalanan menuju tempat pemberkatan, semuanya menjadi kacau meninggalkan luka mendalam bagi Jacob. Patah hati membuatnya pergi ke pulau pribadi nan jauh, yang mempertemukannya dengan gadis bernama Luna, anak korban pembulian. Hubungan yang tadinya biasa saja menjadi jauh lebih bergairah dan berhasil membuat Jacob terperangkap oleh pesona gadis sepuluh tahun lebih muda darinya. Namun semua itu tidak berjalan mulus saat rahasia tentang siapa Luna sebenarnya terungkap, dan Jacob harus memilih melepaskan Luna atau tetap memilikinya dengan konsekuensi yang tidak ia bayangkan.
9.9114.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Di hari pertama dokter memvonis bahwa hidupku takkan lama lagi, aku malah bertemu dengan mantan suamiku, seorang konglomerat yang sudah 10 tahun tak kulihat. Dia sedang bersama dengan kekasih mudanya yang sedang hamil 3 bulan. Dia bertanya apakah aku menyesal karena meninggalkannya yang sakit parah dulu. Aku hanya meminta uang sebanyak 400 juta darinya. Dia pun memakiku tidak layak hidup di dunia ini. Namun, dia tidak tahu bahwa ketika dia menderita leukemia dulu, satu-satunya orang yang sumsum tulangnya cocok dengannya adalah aku.
29.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Bara, pemuda berumur dua puluh tahun berkelana keluar pulau. Pemuda itu tak menyadari kekuatan dan kelebihan mata batinnya. Ia berniat mencari pengalaman hidup. Selama perjalanan yang dilaluinya, Bara mendapatkan pengalaman pahit dan manis. Tak diduga Bara bertemu gadis kembar bergaun putih dan merah yang menderita akibat kutukan sejak kecil. Dapatkah Bara membantu mereka terlepas dari kutukan itu. Semakin hari Bara menjadi pemuda yang tak terkalahkan tak ada yang berani mengusiknya. Godaan datang bertubi-tubi. Jalan mana yang akan ditempuh Bara kegelapan atau cahaya. Jangan lupa rate dan komentar kalian aku tunggu.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Noda Merah Malam Pertama

Noda Merah Malam Pertama

Rayna Anindya Edelwies harus menelan pahit getirnya sebuah pernikahan akibat ketidakjujurannya sendiri yang tidak menceritakan kondisi yang sebenarnya kepada Akhdan Ziyad, pria yang mempersuntingnya. Ziyad begitu marah saat mengetahui tak menemukan penghalang dan noda merah di sprei saat malam pertama mereka. Bagaimana Rayna menghadapi perlakuan buruk Ziyad yang frustasi karena gagal mendapatkan mahkota kewanitaannya? Sanggupkah Rayna bertahan? Apakah Rayna bisa meraih kebahagiaan di dalam rumah tangganya ataukah justru melepaskan diri adalah solusi yang terbaik? *** Selamat membaca dan menikmati cerita ini. Kalau suka, silahkan follow di akun sosial media author, IG: jannah.zein.3 FB: Rumaisha Qatrunnada. Terima kasih.
9.868.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Perawan Untuk Om Duda

Perawan Untuk Om Duda

“Cih, duda trouble! Udah lepas, berani-beraninya minta yang masih segel! Baru selesai mencampakkan kekasih yang berkhianat, Selmara Vallence malah berakhir di tangan duda. Adalah Panji Antaraxa, pria yang tiba-tiba menolak mempelai wanita, tepat setelah gaun pernikahan dijajal bersama. Akibat dari kekonyolan Panji tersebut, Selma dipaksa menggantikan sang sepupu yang seharusnya menjadi mempelai wanita. Bersuami sepuluh tahun lebih tua sama sekali bukan mimpi Selma. Namun, gadis itu dipaksa memimpikannya demi kelangsungan bisnis antara keluarga Vallence dan Taraxa. Setelah apa yang dialami di masa lalu, Panji tidak peduli lagi dengan cinta. Yang ia perlukan hanyalah mengikat keluarga Vallence seperti yang diperintahkan oleh ayahnya. Entah itu Selma atau sepupunya, Panji sama sekali tidak peduli kecuali tentang segel kehormatan. Namun, ternyata Selma berbeda. Kepala Panji yang semula pusing karena tingkah kekanak-kanakan sang istri, kian hari makin berdenyut oleh romansa yang tidak semestinya. Demi menyelamatkan rumah tangga sekaligus perusahaan, berhasilkah Panji menghadirkan malam pertama di malam yang ke sekian kalinya bersama Selma? Dari situ pula, akankah Selma percaya bahwa suami dudanya itu masih perjaka? "Om, balikin mahkota aku!" Masih setengah sadar, Panji terkekeh. "Kenapa menghamili istri sendiri bisa serumit ini?" Cover by Canva free, edited by Daisyster.
1017.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai crimson karma
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Daisyster
Apa kabar readers ter-luvv? Ada pengumuman official, nih. Mulai bulan September ini, Author akan usahakan rutin up setiap jam 12.00 WIB, 'ya. Maafkan kengaretan saya sebelumnya. Terima kasih juga sudah membaca karya ini. Big hug from August, hope this September could be better ...
NaJa
Perawan spt Selma digabung sma duda modelan Panji? Wah, apa kta dunia? Itu kok bisa salah bawa calon mempelai? Panji sih ngeyel. Cba aja dia mau tengok itu foto calonnya kaya apa, pasti telinganya selamat dari rujukan dokter THT. Hahaha, Selma, Selma.
Baca Semua Ulasan
Dendam Istri Terabaikan

Dendam Istri Terabaikan

Satu tahun ini, Nida harus menjalani kehidupan poligami yang tidak adil. Hans sang suami yang menikah lagi dengan Diaz, kerap kali mengabaikannya sebagai istri pertama, karena besarnya cinta laki-laki itu kepada istri keduanya. Namun, semua berubah ketika Nida hamil. Hans perlahan mulai memperbaiki hubungan mereka dan bersikap lebih baik pada Nida. Sayangnya, bukannya senang dengan perubahan suaminya, Nida justru menjadikan kehamilannya itu sebagai alat balas dendam atas rasa sakit yang telah diberikan orang-orang di sekitarnya.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera. Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat. Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal. "Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?" Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi. Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah. "Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!" Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku

Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku

Demi memberi kejutan pada suamiku, aku melepas pakaianku dan bersembunyi di asrama lokasi proyek konstruksinya. Namun tak kusangka, suamiku tidak datang. Yang datang malah tiga rekan kerjanya yang lain. Mereka tergoda oleh celana dalamku dan malah melampiaskannya pada bibi koki di sana. Karena adegan yang terjadi di hadapanku itu terlalu panas, gairahku pun ikut terpancing. Saat sedang memuaskan diriku, aku tak kuasa mendesah. Ketiga pria itu pun menoleh ke lemari tempatku bersembunyi secara bersamaan ....
28.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 772 kali sebagai crimson karma
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2829303132
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status