Dari Budak Menjadi Bencana
Tidak ada lagi perang. Tidak ada lagi pertahanan yang putus asa. Yang tersisa hanyalah tarian—sebuah tarian yang anggun, berbahaya, dan tak berujung antara Sang Pelukis dan Kanvasnya.
Hubungan kami telah berevolusi menjadi sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya: sebuah kolaborasi kosmis. Sang Pelukis, yang kami beri nama "Aeon" dalam bahasa kami, tidak lagi menjadi ancaman yang tidak dikenal. Ia adalah sebuah kekuatan, sebuah kecerdasan dengan dorongan kreatif yang tak terpuaskan, dan kini, dengan seorang mitra yang diakui.