Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERNIKAHAN ANAK SMA

PERNIKAHAN ANAK SMA

Pertanyaan Diksi hampir membuatku menyemburkan anggur yang sedang aku minum, menatapnya tidak percaya. "Habis gue amatin elo udah kayak nggak doyan cewek." Terang Diksi tanpa melihat kearahku karena sibuk dengan stik dan bola warna warni di papan biliar. "Atau lo kena HIV?" Kali ini Nathan menatapku curiga. "Gila ya kalian! Temennya berhenti bikin dosa bukannya didukung malah mikir yang enggak-enggak!"
109.6K viewsOngoingAdded to Library 220 Times as diksi puisi
Read
+Library
In Relationship

In Relationship

Meski begitu, tetap saja guru kesenian memaksanya untuk membuat puisi. Dalam pelajaran lain, otak Dinah bisa saja lambat menerima materi, tapi tak ada yang bisa menyangkal di kelasnya. Dinah sangat bagus dalam hal sastra. Antara Dinah dan puisi, sulit sekali dipisahkan. Sering kali puisi yang Dinah tulis dimuat di mading sekolah. Membiarkan orang-orang membaca karyanya, juga sesekali menerima saran serta kritikan yang diberikan pembaca karyanya.
87.1K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as diksi puisi
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1011.0K viewsOngoingAdded to Library 351 Times as diksi puisi
Read
+Library
ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA

ISTRIKU DISIKSA SAMPAI GILA

PoV Sandi "Setelah suami saya datang barulah saya bisa merasakan kembali hidup yang aman dan udara yang terasa segar, meskipun bayang-bayang mereka kerap menyiksa saya justru membentuk sebuah ketakutan yang berlebihan, mereka bilang saya gila, tapi saya merasa baik-baik saja, hanya memang ... saya sulit mengatur rasa cemas yang berlebihan dalam diri saya ini tatkala saya sedang mengingat hal-hal yang menyakitkan itu, saya-" Lusi terisak di akhir kalimatnya. Ia tampak sudah tak mampu lagi berkata-kata. Segera aku memeluk istriku. "Tenanglah ada Abang di sini sekarang." "Bang, Yassir pergi, Bang," ucapnya serak dengan isak tangis yang semakin menambah pilu. "Sabar sayang, ikhlaskan Yassir, ana
9.9124.9K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as diksi puisi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status