Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat
Aku pernah menyelamatkan nyawa Theo, sang Ketua Keluarga Luca.
Saat peluru hampir menembus tubuhnya, akulah yang berdiri di depannya dan menahan tembakan itu.
Sebagai balas budi, aku menggantikan kakakku menjalani pernikahan politik.
Namun pada malam pengantin kami, Theo lebih memilih pergi mabuk-mabukan dan tak menyentuhku sedikit pun.
Dengan polosnya aku percaya suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya.
Tetapi belum genap lima tahun, Theo datang menemuiku sambil menggandeng seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya bersama kakakku.
“Anna membesarkan anak di luar negeri sendirian, dia sudah terlalu banyak menderita. Aku harus menebusnya,” katanya sambil menyerahkan surat cerai kepadaku. “Kau sudah menduduki posisi nyonya Keluarga Luca selama bertahun-tahun. Sudah waktunya kau mengembalikannya padanya.”
Saat itu aku baru tahu, ketika Theo meninggalkanku sendirian di malam pengantin kami, ternyata ia pergi menemui kakakku dan menghabiskan malam bersamanya.
Aku mengeluarkan hasil tes kehamilan yang awalnya ingin kujadikan kejutan. Namun ia langsung merobeknya.
“Aku tidak membutuhkannya.”
Kata-kata sedingin es itu menjadi awal dari akhir hidupku. Aku dipaksa naik ke meja operasi. Pendarahan hebat terjadi dan dua nyawa pun hilang sekaligus.
Ketika aku membuka mata kembali, peluru itu kembali mengarah ke tubuh Theo. Tetapi kali ini aku berbalik, dan mendorong kakakku ke arahnya.