Pembalasan Tuan Muda Terkuat
Lyra mengulurkan tangan dan membelai kelopaknya dengan lembut.
“Bunga Duri Air seribu tahun hanya mekar sekali dalam seribu tahun. Indah sekali, bukan?”
Suaranya terdengar lembut. “Sayangnya, begitu ia mekar, nilainya pun habis.”
Krak.
Seuntai cahaya mengalir dari ujung jari Lyra. Bunga yang tadi merekah indah langsung menghitam.
Kelopaknya mengerut, batangnya retak, lalu semuanya rontok menjadi serpihan kering di atas tanah pot.