Kesayangan Mami
"Dengar Anna, Mami nggak mau makan! Kecuali, kamu pisah dengan dokter Adi."
Aku berdiri kesal, menatap Mami dengan tak kalah tajam. "Sial! Aku nggak suka diancam, kalau Mami tetap ego. Terserah, aku nggak peduli."
Dalam ketegangan yang begitu terasa, pintu terbuka lebar. Sosok sang teman sekaligus sahabat, menyembul dari luar.
"Citra, kamu ke sini diantar siapa? Harusnya nggak usah repot," cecarku menghampiri dirinya. Seolah lupa, dengan peperangan bersama Mami.
Hot Chapters