Pembalasan Wanita Terhina
”
Komandan Pelaksana berucap dengan lantang, di saat itulah 12 pucuk senjata api laras panjang diarahkan ke Bu Beti dan Fitri dan tidak berapa lama suara tembakan terdengar mengerikan di malam itu, kini, Bu Beti dan Fitri telah tewas.
Pagi itu Raihan kembali meneteskan air mata karena mendapat kabar bahwa Bu Beti dan Fitri telah tewas, lelaki itu bukan menangis karena sedih, tapi lebih ke ucap syukurnya karena orang yang telah merenggut nyawa istrinya telah mendapatkan balasan dan mungkin sekarang mereka berdua tengah ketakutan menghadapi Munkar dan Nakir, setelah kematian memang sesuatu yang gaib, tapi Raihan meyakini jika apapun perbuatan kita baik dan buruk akan mendapatkan balasan setela
Hot Chapters