Mengartikan lirik 'Don't Go' dari EXO itu seperti membongkar lapisan emosi yang kompleks. Versi resmi terjemahannya memang ada, tapi kalau mau lebih dalam, aku suka membandingkan makna harfiah dengan nuansa yang coba disampaikan. Misalnya, bagian 'neol tteonagal su eopge' secara literal berarti 'tak bisa membiarkanmu pergi', tapi dalam konteks lagu, rasanya lebih seperti 'jangan tinggalkan aku' yang putus asa.
Aku juga suka memperhatikan permainan kata dalam bahasa Korea yang sering hilang saat diterjemahkan. Contohnya, 'saranghae' bisa sekadar 'aku cinta kamu', tapi dalam lagu ini, itu dibungkus dengan metafora seperti 'even if the seasons change' (walau musim berganti) yang menunjukkan keteguhan cinta. Terjemahan yang terlalu kaku justru menghilangkan keindahan liriknya.