Harga Suamiku
Tangan mungilnya menyentuh pipiku, memelukku dalam diam, perbuatannya malah membuatku makin terisak.
"Yaya enggak nakal, Ma!" ujarnya lirih.
"Iya, sayang." Aku menangkup wajahnya yang imut, dan mendaratkan satu kecupan di keningnya.
Rasa haru, kesal dan sedih makin menjadi, terlintas ketika Mas Yunus memandang kagum pada wanita lain, selain diriku. Segera kutepis pikiran buruk yang hadir untuk suamiku. Kuajak jagoanku masuk ke dalam kamar, karena matanya masih terlihat mengantuk. Pelukan erat mengakhiri tangisku, larut dalam buaian angin.
Hot Chapters