MENANTU AMBURADUL
Sampai ibu benar-benar tenang.
“Kalian senang, kan? Nasib Mia dan bayinya seperti ini?” tanya Ibu dengan nada bicara yang lemah, tapi kalimatnya sangatlah tajam menusuk ke rongga dada. Aku terkejut, Mbak Rini apalagi. Sebenarnya salah kami berdua ini apa sih? Kenapa Ibu sebegitu su’udzonnya dengan perasaan kami? Dengan hati kami yang sebenarnya baik ini.
“Senang gimana sih, Bu? Kami ikut sedih loh!" jawabku.