Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Flower Travel

Flower Travel

Pasti gara-gara buku 'Flower Travel' yang mungkin mengandung sihir, sampai-sampai menjadikanku sebagai target kutukannya. Buru-buru aku berlari dari koridor ke koridor yang untungnya begitu sepi hingga tidak ada siapa pun hendak menghalangiku. Tentunya, tujuanku adalah menuju ke bunga aneh tersebut. Terlihat taman yang masih sepi karena jam istirahat masih di menit awal. Selanjutnya, aku menemukan mawar hitam yang masih berada di tempat awal, dan tidak dalam keadaan patah sama sekali. Saat mencoba untuk meraihnya, seketika tanganku diraih secara erat hingga kepalaku reflek mendongak.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang flowers in the attic: the origins
Read
+Library
Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Di sana, tersembunyi di balik semak berduri, tumbuh sebuah bunga tunggal dengan kelopak transparan yang berkilau seperti berlian cair. "The Origin Rose." desis Celestine. Itu adalah tanaman legendaris yang konon hanya tumbuh di tempat di mana darah sang pendiri Aethelgard pernah tertumpah. Namun, yang membuat Celestine terpaku bukanlah kecantikannya, melainkan getaran mana yang keluar dari bunga itu.
9.821.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 639 Beses bilang flowers in the attic: the origins
Read
+Library
Dry Flower

Dry Flower

"Fera? Itu asli nama lo? Unik ya? Jarang loh orang pake nama bunga lotus, biasanya juga mawar, melati, dahlia dan banyak lagi." "Makasih." Fera memang tidak berbohong soal namanya. Nama asli Fera adalah Lotus Nucifera. Memang jarang orang memakai nama bunga dengan nama ilmiahnya. Sejujurnya Fera tidak suka nama itu karena bunga lotus ditanam di tempat yang kotor. Lingkungan tempat bunga lotus hidup sama dengan lingkungan tempat tinggal Fera.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang flowers in the attic: the origins
Read
+Library
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

balas Clara, yang sebagai dokter langsung mengenali karakteristik bau tersebut. Di tengah kolam air bawah tanah yang jernih itu, tampak sekelompok bunga teratai putih langka tumbuh dengan anggun. Kelopaknya memancarkan pendaran putih tipis, menyebarkan aroma wangi obat yang sangat pekat ke seluruh ruangan gua. "Mas, ini kan teratai salju purba? Tanaman rahasia yang ada di catatan medis desa!" pekik Clara kegirangan, melangkah mendekati bibir kolam.
1049.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang flowers in the attic: the origins
Read
+Library
Last Flower

Last Flower

Bayu tak lagi berencana untuk kabur dari janjinya, ia mulai meniti jalan yang dari dulu terbuka lebar untuknya. Semuanya berawal dari hari itu, hari di mana Eka mampu dengan lembut membuka pintu besar di hati Bayu, mengisi ruang hampa di dalam sana dengan menitip sebuah benih yang perlahan tumbuh, hingga Bayu menyadari keberadaan sepucuk bunga yang telah mekar di sana. Lalu, saat jam istirahat tiba. "Bayu belum jawab aku." Eka menarik lengan Bayu yang hendak berdiri.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang flowers in the attic: the origins
Read
+Library

Mga Madalas Itanong

Pernah berpikir tentang bagaimana sebuah lagu bisa membawa kita ke suatu tempat yang dalam? 'Supermarket Flowers' oleh Ed Sheeran adalah salah satu lagu yang menyentuh hati saya dengan mendalam. Ketika saya pertama kali mendengarnya, saya langsung merasakan emosi yang sangat kuat. Kisah di balik penulisan lagu ini mengisahkan tentang kehilangan. Ed mendedikasikannya untuk neneknya yang telah meninggal dunia. Dalam liriknya, dia mengekspresikan rasa sakit dan rasa haru sekaligus, menggambarkan momen-momen kecil ketika kita harus merelakan orang-orang tercinta.

Salah satu bagian yang sangat mengena adalah bagaimana dia menceritakan tentang belanja bunga di supermarket setelah kehilangan orang terkasih. Itu seolah-olah jadi gambaran nyata dari kesedihan yang dialami banyak orang dalam momen seperti itu. Ed dengan cerdas mengaitkan pengalaman pribadi dengan emosi universal yang dirasakan banyak orang. Lagu ini bukan hanya tentang kematian, tetapi juga tentang cinta yang abadi dan kenangan yang selalu hidup dalam diri kita. Mendengarkan lagu ini sambil duduk di tempat favorit atau saat menikmati kopi hangat di pagi hari benar-benar membuat suasana lebih mendalam.

Ketika dibawakan live, emosi lagunya terasa semakin kuat. Saya masih ingat saat menontonnya di konser, bagaimana orang-orang di sekitar saya mengelap air mata. Itu adalah momen yang menyentuh dan membuat saya merasa terhubung dengan banyak orang yang merasakan hal yang sama. Setiap kali saya mendengarkan lagu ini, saya diingatkan untuk menghargai setiap momen dengan orang-orang terkasih, karena kita tidak pernah tahu kapan kita harus merelakan mereka.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status