Ada alasan menarik di balik ungkapan 'lidah tidak bertulang' yang sering kita dengar. Ungkapan ini sebenarnya menggambarkan betapa mudahnya manusia mengucapkan sesuatu tanpa berpikir panjang, seperti lidah yang fleksibel tanpa tulang untuk menahan gerakannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orang berbicara tanpa pertimbangan matang, entah itu gosip, janji kosong, atau komentar pedas. Lidah memang organ yang lentur, dan metafora ini dengan tepat menggambarkan keluwesan—seringkali berlebihan—dalam berkomunikasi.
Tapi jangan lupa, di balik kelenturannya, lidah juga bisa melukai lebih dalam daripada pedang. Ungkapan ini sekaligus menjadi peringatan: meski tak ada tulang yang membatasi, kata-kata kita punya konsekuensi. Aku sendiri pernah mengalami bagaimana omongan sembarangan bisa merusak persahabatan. Jadi, meski lidah memang 'tak bertulang', bukan berarti kita boleh asal bicara.