Ada sesuatu yang magis dalam hubungan nenek dan cucu. Aku sering melihat nenekku duduk di teras sambil mengajari aku merajut, tangannya yang berkerut bergerak lihai memainkan benang. Cerita-cerita masa kecilnya selalu lebih seru daripada dongeng apa pun—tentang bagaimana dia mencuri mangga tetangga atau lari dari anjing galak. Di sore hari, kami biasa memanggang kue sederhana bersama, aroma vanili memenuhi seluruh rumah. Nenek juga punya koleksi foto-foto lama yang selalu bikin kami tertawa melihat gaya busana jaman dulu.
Kadang kami hanya duduk diam di kebun, menikmati senja sambil mendengar kicau burung. Dia ajari aku nama-nama tanaman dan cerita di baliknya. Hal-hal sederhana ini justru paling berkesan. Sekarang aku sadar, momen-momen tenang itu adalah hadiah terbesar dari seorang nenek.