Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
“Mengenai hal itu, beberapa pendapat ulama yang berbeda. Ada yang tidak membolehkan memajang benda yang menyerupai ciptaan Allah seperti gambar, lukisan atau patung makhluk bernyawa.”
Haira membetulkan duduknya. Terlihat ia serius menyimak.
“Sebagian ulama lagi membolehkan foto karena itu hanyalah hasil tangkapan proyeksi. Namun, kami memilih untuk menghindarinya. Jadi foto-foto kami simpan di album atau di ponsel.”
Haira mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.
“Haira.”
Nada panggilan Salwa membuatnya menatap serius.