Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat
suaranya pecah, hampir tidak terdengar karena tenggorokannya kering kerontang.
Ia menyeret sebuah meja operasi logam berat ke depan pintu. Tenaganya sudah habis, ia harus mendorong dengan bahunya, mengerahkan seluruh berat badan hingga kakinya gemetar hebat seperti bayi yang baru belajar berdiri. Bunyi decit kaki meja di atas ubin steril itu memekakkan telinga, menciptakan suara ngilu yang menusuk sampai ke saraf gigi. Di atas meja itu berserakan alat-alat bedah—tang, gunting, klem—yang kini tampak seperti mainan yang mengerikan di bawah lampu merah darurat. Hiroshi meraih sebuah scalpel, pisau bedah kecil yang sangat tajam, dan menyembunyikannya di sela jemarinya. Genggamannya licin karena
Hot Chapters