OBSESI BARA
“Maaf sebelumnya telah merepotkan Anda.”
Rahman menggeleng pelan. “Panggil, Abi. Jangan panggil apapun selain Abi, ya? Dan lagian, Abi seneng banget lho bisa ngajarin murid yang mau belajar mengaji.” Rahman segera merangkul tubuh Bara.
Ada pertanyaan yang hinggap dalam benaknya tentang Bara yang baru belajar iqro, namun segera mungkin ia tepis dengan pemahaman kalau seseorang pernah jatuh pada masanya, dan mulai bangkit pada akhirnya.