Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Rising Temperature between Me and My “Step-brother”

The Rising Temperature between Me and My “Step-brother”

"Help me tighten this?" Her voice trembles as she turns her bare back to the doorway. Calloused fingers brush her spine – but it’s not her stepmother. It’s Asher Voss, SU’s star quarterback and her new stepbrother, smirking in the mirror, "Next time you mistake me for Mom..." His breath scorches her ear. "...I’ll leave a real mark." To survive the sweltering New York summer before college, Wendy Wu makes a deal with Asher: Act like strangers once school starts. He’ll remain the untouchable quarterback; she’ll be just another exchange student. No eye contact. No acknowledgement. Ever. But when her father’s long hauls and her stepmother’s busy schedule force Asher into babysitting duty, the lines blur: In the kitchen, he catches her weeping over a shelter documentary and lifts her against his sweat-drenched chest. Garage doors rattle open – his grip tightens: "Hold on. Unless you want them to see you like this." At a party, her friend spots a cherry hair tie on his wrist before he drags her into a dark hallway: "You didn’t want to see me?" His whiskey-laced kiss brands her lips. "Yet your eyes undressed me all night." In a restaurant, a rival girl glares through the window. He traps Wendy’s thigh under the table, "Call me ‘brother’ and I’ll save you."  Their secret collapses. Wendy ends it, and he freezes her out in public, "Do I know you?" Until a rain-lashed night when Ahser, drenched and desperate, pins her to the wall, "Don’t tell me you do not regret the breakup" His teeth find her collarbone. "I have to admit it-- I miss you." Can a love forged in stolen touches survive the spotlight? Or will their step-sibling bond shatter them both?
YA/TEEN
101.7K viewsOngoing
Read
Idagdag sa library
DEBT OF DESIRE

DEBT OF DESIRE

The night my father collapsed, I learned some men negotiate with money… but Noah Thorne negotiates with lives. I never planned to marry a billionaire CEO, especially not the man my father owed $50,000 to. But when the hospital demanded an $80,000 deposit before surgery, life made the choice for me. While my mother sobbed in a cold hallway, Noah’s bodyguard arrived with an offer, an arranged marriage, a contract marriage that would clear the debt and cover every medical bill. When I confronted Noah, he presented the terms without cruelty: one year, no intimacy, public appearances only, and freedom after. He believed he was offering mercy but I felt like beautifully packaged captivity. Desperation crushed pride, and I signed. Our “marriage” was a seven-minute formality, no vows, no meaning. Moving into his penthouse was like stepping into a museum built to contain silence. Publicly, we were the perfect romance. Privately, we were strangers navigating a fragile arrangement thick with unspoken tension. Complications followed us: Noah’s elegant, smug ex who treated me like a placeholder, and my own ex-boyfriend, whose sudden reappearance triggered jealousy in Noah he couldn’t hide. Arguments, silences, and late-night moments softened something between us. Slowly, painfully, the man behind the empire emerged, the lonely boy shaped by loss, abandonment, and guarded walls. We began to care. We tried to deny it. Feelings weren’t in the contract but feelings don’t read contracts. Near the end of the year, Noah pulled away. I thought he wanted freedom. He signed the release papers with steady hands and a breaking heart. I was almost gone when he whispered the truth: “Please don’t go.” We tore up the contract. A year later, we married again, this time for love, not survival. This time, I chose him
Romance
10455 viewsOngoing
Read
Idagdag sa library
My Fierce Secretary

My Fierce Secretary

R_Quella
“When Destiny brings you into a game.“ MEET ALBYAZKA STEVANO__ He's the perfect man. Muda, tampan, kaya, multitalent, hingga mendapat gelar the perfectionist boss. Membuat Alby selalu menganggap mudah segala hal termasuk wanita. Namun, tidak lagi setelah pertemuanya dengan seorang wanita galak bernama Alessia Mikhayla. Seorang yang sanggup membuat Alby tertantang dan merasa tertarik untuk pertama kali pada seorang wanita hanya karena sebuah julukan Bedebah darinya. MEET ALESSIA MIKHAYLA__ seorang 'secret agent' berparas cantik yang terkenal galak dan keras kepala. Wanita bebas dan tidak suka diatur apalagi dikekang sepertinya sangat membenci banyak hal. Termasuk, Albyazka Stevano. Sejak pertemuan pertama mereka yang tidak bisa di katakan baik juga pertemuan-pertemuan tidak terduga lainnya yang banyak meninggalkan kejadian buruk membuat ruang gerak Alessia menjadi terbatas. Alessia membencinya. Membenci kehidupannya yang bahkan terasa seperti seekor burung peliharaan karena ulah pria itu yang sesuka hati mengklaim dirinya sebagai kekasih di hadapan media. Setelah segala hal yang terjadi, mana mungkin Alessia membiarkannya? Menjadikanya mainan pria itu? Well.. Albyazka Stevano perlu tahu kalau Alessia bukan wanita yang mudah dikalahkan. Wait for the time .. Alessia akan membuktikannya. Lihat saja.. BLURB️ "Kau tidak bisa seenaknya padaku, Darling." "I can, who will stop me?" Alessia kemudian menciumnya sekali lagi, hanya kecupan singkat dan ia kembali tersenyum. "Sudah cukup." Alby menaikkan alis. "Apa maksudmu?" "Kau tidak dengar? Cukup. Artinya berhenti. Aku tidak akan melakukan hal lain selain berciuman." gumam Alessia menjelaskan. "Tinggalkan saja nomor rekeningmu." "Buka matamu, Darling. Kau perlu melihat siapa aku untuk kembali mendiskusikan tentang uang." "Tidak perlu repot-repot, aku tidak peduli kau siapa." _________ "Kau milikku, tidak ada jalan kembali untukmu pergi." -Albyazka Stevano.
Romansa
915.9K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
Romansa
103.8K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
When Monsters Mate

When Monsters Mate

Do I need to cut off someone’s limbs, little flame?” he growled into my ear. I tilted my head instinctively “He’s nothing you need to worry about,” I whispered. “I’m not worried, baby. I’m annoyed.” His growled. But I barely processed his words. “You called me baby,” I said, stunned. “And?” “I didn’t think wolves used such... terms of endearment.” He chuckled darkly. “We use whatever we want, ‘baby.’ Those words aren’t reserved for other species.” He kissed the side of my neck, slow and possessive. My lips parted in shock and hunger. Hunger for him. For more of his words that seemed to touch not just my heart, but the deepest, most vulnerable parts of me. “You’re in an awfully good mood,” I whispered, biting my lip to stop a moan. “I deserve it. I’ve been in a terrible mood since I left you in that hallway three nights ago. I can’t wait to be done with this damn party so I can kiss you properly.” His voice was thick with want. I felt weightless and boneless. Every nerve in my body tuned to him. He was too much. “Are you finally free?” I asked, my voice shaky from how turned on I was. “I’m not, little flame,” he said, biting my ear and licking the same spot after. “But for tonight? You have me all to yourself.” “Sounds exciting,” I breathed. “It is. Are you wet yet?” he whispered, voice like molten sin. “I am. Very.” “Good,” he murmured. “Stay like that all night. It will get worse but you’ll think of me while we mingle. And then, when this party is over, when you can’t take the ache anymore, I’ll let you come.”
Fantasy
101.0K viewsOngoing
Read
Idagdag sa library
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
Romansa
9.872.6K viewsKumpleto
Ipakita ang mga Review (27)
Read
Idagdag sa library
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Basahin ang Lahat ng Review
The Billionaire's Forgotten Seed

The Billionaire's Forgotten Seed

"He lost the memory of that fateful night to the shadows. Little does he know, that forgotten encounter left behind a heartbeat he never expected to hear." Isang gabi lang ang kailangan para magbago ang mundo ng pianist na si Aria Santos. Isang gabi sa piling ng mailap at makapangyarihang bilyonaryo na si Xavier Knight. Pero bago pa masundan ang kanilang mainit na pinagsamahan, isang malagim na aksidente ang bumura sa lahat—pati na sa pangalan ni Aria sa alaala ni Xavier. Limang taon ang lumipas. Si Aria ay hindi na ang mahinang babaeng basta na lamang tinalikuran. Siya ay naging isang matatag na single mother at isang hinahangaang pianist. Pinalaki niya ang kanyang anak na si Axel nang mag-isa, bitbit ang dignidad at ang pangakong hinding-hindi na muling aasa sa lalaking nakalimot sa kanila. Ngunit sa isang marangyang anniversary event ng Knight Industries, muling magtatagpo ang kanilang mga landas. Habang ang bawat nota ng piano ni Aria ay bumibihag sa puso ng mga panauhin, isang aksidenteng pagkabangga sa hallway ang magaganap sa pagitan ng bilyonaryo at ng isang limang taong gulang na batang lalaki. Sa isang sulyap, napatigil ang mundo ni Xavier. Ang batang nasa harap niya ay hindi lang basta estranghero—ito ay ang kanyang "carbon copy." Mapapanatili ba ni Aria ang kanyang pader ng pagtanggi, o sadyang ang dugo na ang maghahanap sa sarili nitong pinagmulan? Sa mundong puno ng sikreto at kapangyarihan, hanggang saan kayang protektahan ng isang ina ang kanyang anak mula sa lalaking kinalimutan sila, ngunit ngayon ay pilit na bumabalik para angkinin ang lahat?
Romance
237 viewsOngoing
Read
Idagdag sa library
The Cold Billionaire's Ex-Wife

The Cold Billionaire's Ex-Wife

Buong akala ni Amara, dahil sa mabait at mabuti siyang asawa ay makukuntento sa kaniya ang kaniyang asawa, ngunit sa kabila ng pagiging isang mabuting asawa nito ay nagawa pa rin siyang lokohin at paulit-ulit na saktan at patayin ang puso ng kaniyang pinakamamahal na asawa. Pinag tagpo ng tadhan ang landas ng dalawa sa isang sikat na Unibersidad sa sa kalakhang Maynila at pareho silang nag-aaral bilang College student. Si Amara ay transferee na freshman, habang in-coming graduated student naman si Andrew na heartthrob sa campus at kilalang numero unong playboy at mapag laro ng damdamin ng babae. Dahil na rin sa nababalitaan ni Amara sa ibang kapwa mag-aaral tungkol kay Andrew, pinangako niya sa sarili na hinding hindi mahuhulog ang loob niya sa lalaking 'yon. Kaya naman sa tuwing nakakasalubong niya ang lalaki para na lang siyang sinisilaban sa galit kaya parati niyang binabara ang lalaki at walang araw na dadaan na hindi sila magba bangayan. Hindi rin maintindihan ni Andrew kung bakit ganoon ang dalaga sa kaniya sa tuwing magkikita sila sa hallway o kahit saang parte ng paaralan. Para siyang dragona na magbubuga ng apoy ng anumang oras, pero sa iba napaka bait ng pakikitungo nito, taliwas ng pinapakita nitong ugali sa kaniya. Parati itong naka singhal at kino kontra ang mga gusto niya. Ngunit sakabila ng lahat naging masigasig sa panliligaw si Andrew sa dalaga, sa kabila ng lahat pinakita niya at pinatunayan sa babae na karapat dapat siya dito ngunit sadyang mailap talaga ito sa kaniya. Hanggang sa nag bunga ang panunuyo nito at nakuha ang matamis na OO nito. Ngunit ang masayang pagsasama ng dalawa ay may ka akibat na kalungkutan. Sa pagpasok ni Madison, ano kayang papel nito sa buhay nila. Siya ba ay isang kaibigan o mortal na karibal???
Romance
1016.0K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
PREV
1
...
789101112
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status