100 Langkah Melupakan Kisah Kita
Alhasil, ia tidak punya pilihan selain beranjak dari kasur dan melangkah menuju pintu.
“Ada apa, Ma?” tanya Farel begitu ia membuka pintu.
“Kamu baru bangun, Rel?” Yang ditanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. “Ini udah pukul sembilan lebih, loh, Rel. Kamu pasti belum sarapan, kan? Sana, kamu makan dulu. Mama tahu kamu capek banget habis perjalanan jauh, tapi lambungnya jangan sampai nggak diisi makanan. Kamu juga terakhir makan, kemarin pas masih di bandara, kan? Gih, sana sekarang turun.”
Capítulos Populares