Cinta Tanpa Suara
Dunia terasa baru, cerah, dan penuh kemungkinan.
Aku kembali ke ranjang, duduk di samping Arkan, dan perlahan mengelus rambutnya. Dia menggeliat, lalu perlahan membuka matanya. Saat dia melihatku, senyum langsung merekah di wajahnya.
"Pagi, Gia," sapanya, suaranya serak karena baru bangun tidur. "Bagaimana perasaanmu?"
"Le... bih... ba... ik," jawabku, suaraku masih pelan tapi lebih jelas.
Hot Chapters