Pelakormu vs Aku
Ia mengangkat gelas anggurnya, meneguknya dengan tenang, matanya tetap lurus ke depan, seolah berbicara pada dirinya sendiri.
"Dia memiliki mata," mulai Antonio, suaranya serak namun penuh dengan keyakinan, "Mata yang tajam, seperti elang yang memburu mangsanya. Mata yang melihat lebih dalam dari sekadar permukaan, yang mampu menembus ke dalam jiwa. Matanya... penuh ketegasan, tidak ada keraguan. Mereka berbicara, pelukis. Mereka berbicara lebih dari kata-kata yang keluar dari bibirnya."
Hot Chapters