Membicarakan Pangeran Hidayatullah selalu bikin merinding. Tokoh legendaris ini punya peran besar dalam Perang Banjar melawan Belanda, tapi nasib makamnya justru penuh misteri. Konon, setelah wafat tahun 1904, jenazahnya dimakamkan secara rahasia di sekitar Martapura untuk menghindari penggalian oleh penjajah. Ada yang bilang lokasi pastinya di Komplek Makam Sultan Adam, tapi versi lain menyebut di daerah Karang Intan. Yang jelas, pemerintah Kabupaten Banjar sudah menetapkan sebuah situs di Desa Surgi Mufti sebagai makam resminya—lengkap dengan nisan dan pagar besi. Uniknya, warga setempat masih menjaga tradisi ziarah setiap bulan Maulid dengan membawa air doa.
Justru ketidakpastian ini yang bikin sejarahnya terasa magis. Aku pernah ke lokasi yang diresmikan itu; suasana heningnya bikin merenung tentang bagaimana pejuang seperti dia rela dikubur tanpa kemegahan demi melindungi rakyat. Miris juga sih liat beberapa makam pejuang lain yang kurang terawat, tapi Pangeran Hidayatullah masih dikenang lewat nama jalan dan monumen.