Antara Dendam dan Penyesalan
Selena tertawa ringan, "Kamu 'kan nggak suka melukis, tentu saja nggak bisa memahami perasaan yang sensitif ini."
Dengan adanya mereka, Selena sementara melupakan kebencian dan kembali ke hari-hari bebas saat tinggal di pulau.
Melihat Yesa berdiri di depan sebuah lukisan untuk waktu yang lama, dia pun mendekat, "Apa yang kamu lihat sampai terpaku begitu?"
Yesa baru saja tersadar, matanya berbinar dengan sukacita seperti bintang-bintang yang berkedip di langit, "Kakak, lihatlah lukisan ini. Benar-benar luar biasa!"
Hot Chapters