Sweet Coffee
Henry berjalan mendahuluiku menuju ke stan tujuannya.
Aku pun segera berjalan mengikutinya dan berdiri di sampingnya yang sudah berada di depan etalase. Stan yang dikunjungi oleh Henry adalah stan yang menjual makanan khas Turki.
“Kebab daging, satu,” ucap Henry pada penjual di belakang etalase.
Penjual tersebut tersenyum lalu menatap kearahku, “bagaimana dengan pacar Anda?”
Mendapat pertanyaan dari penjual kebab, aku pun dengan cepat menggeleng, “t-tidak ... bukan. Aku bukan pacarnya.”
Hot Chapters