Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Dia sangat hebat. Dia bahkan bisa membunuh orang tanpa menyentuh. Jika kau ingin bukti. Aku akan meminta dukun agar membuatmu menyukaiku.” Saka menggeleng pelan. Ia mengambil kopi Aruna kemudian mencicipinya perlaha. Ia mengernyit samar. Sesuai dengan dugaannya, sangat pahit! Kopi tersebut sangat hitam. Aruna terlalu banyak menaruh bubuk kopi daripada air dan gulanya. “Tidak enak ya?” Aruna menatap Saka dengan kawatir. ‘Sangat tidak enak!’ batin Saka menjerit. Ingin langsung muntah ketika mencicipi kopi tersebut. “Lumayan, aku tidak suka kopi yang pahit. Kau bisa mengurangi bubuk kopinya.”
9.590.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jawab Mas Gala dengan antusias. “Oh, ya?” Lara pun menanggapi dengan antusias pula. “Kalau gitu kamu harus cobain kopi paling enak di daerah aku.” Lanjutnya. “Kopi apa namanya?” tanya Mas Gala. “Kopi alraya, “ Jawab Lara, “Pernah denger nggak?” Lanjutnya. “Alraya …” Mas Gala berpikir sejenak, “Kayaknya pernah denger, nggak asing.” Lanjutnya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Pria itu memesankan minuman yang sama untuk Aruni, secangkir kopi robusta yang langsung diracik oleh barista. Aromanya sangat harum tetapi karena situasi tengah menegangkan selezat apapun kopi tersebut akan terasa hambar di lidah. “Ibu Aruni?” ucap pria tersebut menyapa Aruni. “Saya Jodi, asisten Pak Darren Dash-” Jodi memperkenalkan diri, berusaha memangkas jarak di antara mereka agar tidak merasa canggung saat berbicara. “Langsung saja!” tegas Aruni dengan rahang yang mengetat. Dia tak sudi mengulur waktu dengan omong kosong.
10146.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Tertawan Pesona Bos Duda

Tertawan Pesona Bos Duda

Foto kopi jos, kopi favoritnya, menjadi magnet yang menark tubuh Bram mendekat. Tidak perlu banyak waktu untuk mendapatkan segelas kopi hitam dengan arang di dalamnya. Aroma uap kopi panas segera mengerubuti hidung. Bram menuang sedikit kopi ke tatakan dan menyeruputnya perlahan. Setelah menghabiskan kopi dan dua potong pisang panggang, Bram meninggalkan kafe. Matanya menangkap bayangan tubuh Kai sedang baru saja turun dari Pajero Sport putih miliknya.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Sekitar 100 orang pekerja, dikerahkan untuk membantuku memanen kopi. Ada dua jenis kopi yang aku tanam, yakni Arabika dan robusta. Salah satu ciri khas kopi arabika adalah memiliki rasa yang sedikit asam dan warna yang tidak terlalu pekat. Sementara itu, kopi robusta cenderung memiliki rasa yang mirip dengan jenis kacang-kacangan, lebih pahit, dan kasar.
10134.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Namun, malu dan takut menghantuinya terus. “Duh, padahal Bibi teh bawain kopi, nih!” Khaira menatap nanar cairan kental dalam cup berukuran large yang disodorkan Bi Ocih. Dari warnanya yang tidak terlalu pekat, Khaira mengenalinya sebagai moccacino latte. Salah satu varian kopi yang paling banyak digemari di kedainya setelah cappucinno dan caffe latte.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai arah kopi
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
Hai, saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudah berkenan mampir ke laman ini. semoga berkenan membaca dan mereview cerita Khair dan Khaira. Jika suka, semoga berkenan untuk vote dan merekomendasikan cerita ini kepada yang lainnya. sekali lagi, terima kasih ...
Gideon Budiyanto
Romance religi yang dituliskan dengan sangat apik. Pesannya juga dalem banget. Mantap. Kisah Khair dan Khaira mampu untuk menjadi sebuah novel religi yang sangat berkualitas. Maju terusss. Udah di masukin ke daftar pustaka biar bisa selalu ngikutin kisahnya...
Baca Semua Ulasan
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Uap panas mengepul, membawa aroma arabika yang harum dan menenangkan. “Aku cuma mau mengantar kopi,” jawabnya ringan sambil menyodorkan cangkir itu ke arah Kael. “Tadi aku lihat kau sibuk sekali. Dan wajahmu… kelihatan seperti orang yang kurang kafein.”
9.936.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 736 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Malam Tak Terlupakan Bersama Pamanmu!

Malam Tak Terlupakan Bersama Pamanmu!

kata Bu Alma memulai penjelasannya ketika mereka telah tiba di pantry. Jantung Darline langsung berdegup gugup. “Kenapa harus hati-hati?” “Karena Pak Hayden standar kopinya tinggi. Beliau penggila kopi, terutama espresso. Untuk kopinya, beliau maunya kopi arabika. Kemarin-kemarin sudah confirm dengan beliau, merk ini yang Pak Hayden paling suka. Jadi, kalau nanti habis, kamu harus pesan ke purchasing merk yang ini, ya.”
9.6175.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

“Gua bingung, setau gua kopi ya kopi, item ya item, koq ini rasanya asem ya?” “Aslinya kopi itu ada beberapa jenis, yang terkenal ada dua arabica sama robusta. Gampangnya arabica itu asam, robusta itu pahit, karakter robusta itu ya rasanya dominan pahit aja, sedangkan arabica banyak rasa yang muncul, kadang-kadang rasa teh, mirip jeruk. Itu memang karakter arabica.” Yulia menanggapi,”oh gitu, berarti yang cahaya buat itu arabica dong.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Menikahi Penguasa

Menikahi Penguasa

sapa Keysha sambil menyodorkan secangkir kopi. Arka menerimanya. “Kopi paling enak sedunia,” katanya sambil tersenyum. “Dan pembuatnya juga.” Keysha tertawa kecil. "Kamu masih pagi udah ngegombal aja.” “Mungkin karena aku tidur nyenyak banget semalam,” kata Arka. Ia menatap Keysha dalam-dalam, lalu menaruh ciuman ringan di keningnya. “Terima kasih sudah jadi tempat pulangku.”
782 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status