Suamiku Jadul
Aku lalu naik ke punggung Bang Parlin, kami terus naik ke atas.
Kejutan lagi, tiba di puncak bukit itu ada pondok, kejutannya adalah Ucok dan Butet ada di pondok tersebut.
"Mamak!" teriak Butet seraya merentangkan tangan. Aku pun memeluk dua anakku tersebut.
"Dari mana dana buat ini, Bang?" tanyaku kemudian.
"Hasil penjualan si Niyet," jawab Bang Parlin.
Dari pondok tersebut bisa menatap seluruh kebun sawit, sungai yang berkelok-kelok. Indah memang pemandangan dari bukit ini.