Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

"Kak Sarah!" Junet, anak buah Dewa, tiba-tiba muncul dan langsung terjun dari motor yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi. Pria berbadan besar itu meloncat gesit ke arah Pak Maman, menangkap kedua tangan pria tua tersebut dan memelintirnya kuat-kuat ke belakang punggung hingga Pak Maman mengaduh kesakitan.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as ibu montok
Read
+Library
MISTERI CINTA CEO TAMPAN

MISTERI CINTA CEO TAMPAN

Begitu sampai di kaki Le Morne Brabant, Mikha memandang ke atas dan menarik napas dalam. “Tinggi juga ya, ternyata.” “Tiga ratus empat puluh meter. Tapi katanya jalurnya cukup bersahabat buat hiking ringan,” jelas Samuel. “Kita jalan pelan aja. Yang penting nikmatinya bareng kamu.”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as ibu montok
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as ibu montok
Read
+Library
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

“Bu Sobir bilang wanita itu mau tau soal Gunung Kemukus. Gimana dong! Bikin puyeng, deh.” “Itu berarti si montok udah cerita banyak ke wanita itu. Itu mulut tak ada rem. Udah dibantu, dibilang rahasia. Ember!”
1019.4K viewsCompletedAdded to Library 564 Times as ibu montok
Read
+Library
Mantanku, Iparku

Mantanku, Iparku

goda Miko. "Ngaco kamu, mana mungkin mau kan gak ada air susunya," kata Ronal. Tidak berapa lama, Bayinya Ronal menangis. Dia berusaha menenangkan bayinya tapi tak berhasil. Ternyata bayinya mengompol, Ronal diompolin hingga kaosnya basah. "Pak De bau 0mpol," goda Miko mengajari Albi. Albi hanya tertawa mendengar apa yang papanya katakan. Sementara itu, Ronal tampak sedang sibuk mengganti popoknya bayi.
4.6K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as ibu montok
Read
+Library
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Nek Imah, adalah Bundo Kanduang yang di hormati di Suku Prugu. "Biar aku dan Datuak Samudra saja yang kesana untuk bermusyawarah, Mak." Ucap Apak. "Betul itu Mak. Bagai mana jika hari ini saja kita ke bukit Ragusa, Bang?" "Hmm. Sepertinya lebih cepat lebih bagus. Bagai mana menurut Amak?" "Pergihlah kalian berdua, ke Bukit Ragusa." "Baik Mak. Ayo Zak, kau juga ikut dengan Apak dan Datuak."
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 372 Times as ibu montok
Read
+Library
Bayang-Bayang Shunmak

Bayang-Bayang Shunmak

Brak! Orang-orang yang tengah mengepung Shunmak—termasuk si lelaki bermata merah—terkejut. Kaki dan tangan sasaran mereka barusan sama sekali tidak terlihat bergerak. Bagaimana cara dia melakukan itu? Tapi, belum selesai pikiran mereka mencerna, tak sampai sedetik berikutnya, ‘sesuatu’ itu meletus. Bum! Gumpalan asap menguar. Asap yang luar biasa tebal. Para penjahat yang berada di dekat bom asap tersebut seketika terbatuk-batuk.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as ibu montok
Read
+Library
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Tiba di puncak bukit Sikunir. Wow. Ini sangat indah. Tak pernah kubayangkan ternyata seperti ini rasanya mendaki. Selama ini aku memang belum pernah mendaki gunung. Mama dan Papa tak pernah mengijinkanku untuk naik gunung. Semburat warna jingga terlihat begitu indahnya. Golden sunrise Sikunir yang menakjubkan. Sungguh rasa lelahku terbayarkan melihat keindahannya.
1019.8K viewsCompletedAdded to Library 573 Times as ibu montok
Read
+Library
BUKAN SEKEDAR CINTA MONYET

BUKAN SEKEDAR CINTA MONYET

Melinda yang sudah hafal dengan adik dan sepeda motornya langsung berjalan menuju adiknya. “Lama banget sih, Dik,” protes Melinda yang terlihat bete. “Macet, Mbak Melinda,” jawab adiknya Melinda dengan menahan kesal pada Melinda. Melinda tidak menjawab, adiknya, Mila, langsung melaju membawa Melinda menjauh dari stasiun. “Berat, Mbak Mel,” ucap Mila dengan sedikit dongkol karena Melinda nemplok di punggung Meli.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as ibu montok
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Hah, hah, hah, “Demit gobl*g, nyieun aing sieun wae! (Demit gobl*k, bikin aku ketakutan saja!)” “Sigana mah aing kudu ngadagoan kabut beureum leungit heula, terus bawa si Abdi ka tempat anu osok di pake ritual, meh kampung ieu bisa normal deui. (Sepertinya aku harus menunggu kabut merah hilang terlebih dahulu, terus bawa si Abdi ke tempat yang sering dipakai ritual, biar kampung ini bisa normal lagi.)”
9.631.2K viewsCompletedAdded to Library 685 Times as ibu montok
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status