Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantra Cinta Kakak Ipar

Mantra Cinta Kakak Ipar

“Apa maksudmu, Wan. Jangan bilang kamu...” “Aku yang sudah menyusun semuanya, Sar. Aku mengirimkan santet pada bibiku, aku yang sudah menabrak anaknya Galuh, dan aku yang sudah menghasut kakaknya Galuh untuk memakai pirunduk agar merebut suami Galuh. Semuanya adalah salahku.” Mendengar pernyataan Ridwan yang sangat jauh dari perkiraan Sari, Sari hampir tak sanggup menginjak bumi dengan tegap lagi. “Apppaa, Wan. Kenapa?”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

Erika yang badannya agak capek karena seharian bekerja lantas tambah dibuat pusing lantaran omelan mereka yang sebetulnya tidak lah benar. Namun belum sempat dia mau bicara sesuatu, tiba-tiba saja ibu mertua dan iparnya mendamprat lagi dan lagi. “Menantu pendosa!” caci Molek menyeringai marah. “Ipar memalukan!” maki Nyayu memberengut kesal. Mendapatkan perlakuan tak pantas, Erika menarik napas dalam-dalam dan menundukkan pandangannya. Hantaman demi hantaman pun datang silih berganti.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

Sindi hanya terdiam meringkuk di kamar sambil mengeloni Raka putranya sedangkan Riri di gendong Hani. “I-iya, Ayah,” jawab Sindi lembut mau bagaimana pun orang tua tetap orang tua, Sindi sebagai anak harus patuh dengannya. Tekanan jantung Sindi terasa lebih cepat, setelah Ayah mertuanya sudah mulai ikut angkat bicara. Karena ia sudah tahu kalau Ayah mertua angkat bicara akan panas gendang telinganya. “Kamu kira, Bandung-Jakarta tidak jauh, Hah!” kalimat pertama sudah keluar dari bibir laki-laki paruh baya yang disebut mertua itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang

Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang

ajak Arumi sembari menggeret pelan lengan ibu mertua menuju dapur. "Seandainya kamu yang jadi menantu ibu, pasti menyenangkan. Nggak kayak seseorang!" sindir ibu mertua. "Dan karena kamu nggak mau bantu masak, jadi jangan ikut sarapan juga nanti," ujar ibu mertua menambahkan sembari berlalu pergi. Kalimat sindiran yang terakhir sangat jelas ditunjukkan untukku. Tentu saja aku membalasnya dengan dengusan pelan tidak mau ambil pusing.
9.199.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Andai ada orang lain selain kami di sini, entah dimana kusembunyikan wajah ini. "Kenapa gak bilang dengan jelas? Kalian kan teman karib. Apa kamu gak takut kalau Sindi depresi karena dia baru lahiran dan mendapat pengakuan aneh seperti itu? Sekali lagi kalian bikin prank begituan, ibu akan mengambil parang untuk mengusir kalian," seru mertuaku. Tangan kanannya menarik telinga Sindi yang meringis kesakitan.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Main Cantik Membalas Suamiku

Main Cantik Membalas Suamiku

sindir Bu Hindun. Kinan merasa tersindir, padahal dia juga yang melayani suaminya setiap hari. Sedangkan ibu mertuany baru malam ini mengambilkan makan untuk suaminya berkata seolah dia ini istri yang tidak mau melayani suaminya. Kinan nelangsa sendiri. Bukan sekali dua kali kejadian ibunya berusaha untuk memojokkannya seperti ini. Sepertinya memang ibu mertuanya itu punya dendam kesumat pada dirinya.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Iya juga, Dek. Kok Mas nggak kepikiran, ya?“ katanya sambil tertawa pelan. Mas Hasan keluar ruangan, menelpon Appa. Aku sendiri hanya duduk, membuka ponsel. Menambah bab di cerita bersambungku. Banyak sekali pembaca yang komentar. Mereka gemas dengan tokoh mertua dan ipar di ceritaku. Satu komentar membuat mataku membulat sempurna. Komentar dari akun Ningrum Khalillah, adik iparku. [Kasihan banget sih. Coba kalau kamu jadi iparku, pasti kamu bakalan bahagia] Seketika perutku terasa mual. Apa dia tak tersindir sedikitpun dengan cerita yang kubuat? [iya Mbak, kasihan banget. Tapi Allah nggak pernah tidur. Suatu saat akan ada pembalasan untuk mertua dan para ipar toxic.] aku membalas komentarn
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Baju Baru Untuk Istri Dan Anakku

Baju Baru Untuk Istri Dan Anakku

Pesan yang sebenarnya bernada sindiran yang Marwah tujukan pada kakak perempuan dari suaminya tersebut. Bukannya membalas untuk menjawab pertanyaan dari adik iparnya tersebut. Justru Nurmala tersulut emosi dan berakhir makian yang ia tujukan pada sang ipar. "Uang, uang aku, suka-suka mau aku pakai untuk apa. Soal pinjaman yang Farhan kasih, aku anggap itu adalah uang jajan yang dia kasih untuk keponakannya. Uang segitu juga ditanyakan. Nggak malu ngaku-ngaku sukses tapi uang segitu masih juga dikejar!" Dengan seringainya. Nurmala segera mengirimkan pesan balasan pada sang ipar.
8.745.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 953 kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Ketika Istriku Mulai Membangkang

Ketika Istriku Mulai Membangkang

Lia berujar sinis "Terus aku juga kan seorang menantu, yang harus disayangi oleh ibu mertua, mertua juga harus maklum sama semua kekurangan aku, terus yang paling utama seorang mertua itu nggak boleh terus-terusan pinjem-pinjem duit sama menantu. Mending juga kalo dibalikin. Ini mah diinget ajah kagak. Eh jangan tersinggung ya, Mas!" Yoga menelan ludah.
9.5242.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Baca
+Pustaka
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

kata Tante Melly tertawa. “Jadi…masih boleh ‘membagi jatah buat mertua dan ipar’…?” goda Raymond sambil mencium bibir Tante Melly. “Boleh donkkk…syaratnya, jangan sampai Rahma tahu, bisa amsiong anak tiri mami itu, tahu suaminya nakal dengan mami dan si Indri,” cetus Tante Melly sambil terus bergelayut manja dipelukan Raymond.
9.42.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49.0K kali sebagai sindiran untuk mertua dan ipar
Tampilkan Ulasan (77)
Baca
+Pustaka
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status