Air Mata Maduku
"Maafin Zahra, Bu. Karena Zahra kerja, Ibu jadi terlantar begini."
"Bukan salahmu, Nak. Mungkin Liana belum terbiasa merawat ibu."
"Ya sudah. Ibu mandi sama Zahra aja, ya."
Ibu mengangguk senang.
Selama aku memandikan Ibu hingga selesai, Liana sama sekali tidak muncul. Aku harus memberi pelajaran pada maduku itu. Akan aku buat dia menangis dan menangis lagi.
"Bu, Aku mandi dulu. Nanti aku ke sini lagi," ucapku setelah semua selesai..