Ular Di Farji Istriku
Perlahan, gerak hendel pintu berangsur memelan, kemudian hilang sama sekali seiring azan magrib yang mengalun dikumandangkan Ustaz Amir di surau tua tak jauh dari rumah.
Aku menarik napas lega, menyapu peluh sebesar biji jagung yang membanjiri dahi. Aku ucapkan istigfar berkali-kali, lalu bergegas menuju kamar mandi, tak lupa kubangunkan Ratna yang masih terlelap.
"Bangun, Dek! Shalat dulu," ucapku, selanjutnya kami melaksanakan shalat Magrib berjamaah.
Bab Populer