Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raina

Raina

Galih meludahi kemeja bagian dada yang Raka pakai. “Pukul gue, Lih. Pukul gue sampai lo puas.” Suara Raka tertahan karena tidak bisa bernapas dengan mudah. “TAI ANJING!” Satu lagi tonjokan keras melayang tepat di tulang pipi bagian kiri Raka.
109.9K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as lakuin
Read
+Library
Laki-Laki Misterius

Laki-Laki Misterius

" Laki-Laki itu tertawa terbahak-bahak, seakan mendengar lelucon terlucu yang pernah ada. Darahku mengalir deras memenuhi kepala karena marah. Tanpa pikir panjang aku melompat menyerang, sebuah sapuan kaki yang kuat aku lancarkan ke arah lututnya. Namun dengan gesit dia menggeserkan tubuh dan menghindari seranganku. Belum lagi aku sempat menarik tendanganku, laki-laki itu merendahkan tubuhnya, menahan tendanganku dengan pinggangnya. Tendanganku mengenai pinggangnya cukup telak, tapi dia sudah bersiap dengan mengeraskan otot-ototnya untuk menerima tendanganku itu. Di saat yang sama, tangannya dengan cepat menangkap kakiku itu.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as lakuin
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Aku sudah ajak kamu—” “Dasar pengecut!” maki Cita sambil menginjak kopling dan menggeser tuas persnelingnya. Ia sudah muak dan tidak ingin melanjutkan perdebatan dengan Pandu. “Sekarang keluar! Dan selamat menikmati hidup barumu dengan Laura.” “Dengar.” Pandu meraih lengan Cita dan mencengkramnya. “Kalau sampai sesuatu terjadi sama Laura, aku nggak akan lepasin kamu begitu aja, Cit.”
9.838.8K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as lakuin
Read
+Library
LAILA

LAILA

Kali ini Lin, keselek sambil muncrat. Indi terperangah. Pengen marah tapi tidak bisa. Dia mengeluarkan sapu tangan dan melap wajahnya yang basah. "Maaf, maaf. Aku gak sengaja. Kamu gak marah kan?" Ucap Lin. Indi sambil senyum yang dibuat-buat, "Gak kok. Gak marah. Aku senang kamu mau dengerin curhatanku. Lanjutin makannya."
107.2K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as lakuin
Read
+Library
LUNA

LUNA

ceklis. Luna memasukkan kembali notenya ke dalam saku ransel yang ia sandang. Gadis itu memperhatikan penampilan Herrys dari atas hingga bawah. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari foto yang ia lihat tadi pagi. Hanya hari ini lelaki itu memakai kemeja dan sebuah jaket tipis dengan icon merk daganng tersebut di dada kirinya. Sepatu yang lelaki itu gunakan tampak kusam dan kucel. Satu hal yang dapat Luna tangkap dari pemandangan sekarang ini, bahwa sepatu tersebut adlah sepatu yang paling sering di gunakan lelaki itu.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as lakuin
Read
+Library
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Lalu … BUUHHGGG … Sebuah pukulan straight kedua Eguh dengan sangat kuat tepat mengenai hidung si bos preman. KRRAAKKK. Tulang hidung si bos preman patah dan masuk ke dalam, hidung si bos preman mengeluarkan darah yang cukup banyak. ARRGGG … Teriak si bos preman kesakitan, sambil tangan kanannya memegang hidung yang dibuat patah oleh Eguh. Tiba-tiba … ***
96.5K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as lakuin
Read
+Library
Lusia

Lusia

tanya Lusia dengan gigi bergemeletuk menahan marah. Seakan merasa tak bersalah, Aaron mengedikan bahunya, “Aku hanya makan – makanan yang di masak dengan pink salt.”
106.7K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as lakuin
Read
+Library
LORO

LORO

Lalu ikut terlep di atas lantai dingin yang membisu. * Ps. sudah masukkan dalam koleksimu? belum? tambakan dong lol.... terimakasih sudah baca dan tulis sajalah diriku!
9.79.9K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as lakuin
Read
+Library
RETAK

RETAK

"M--maaf, kang. Saya tidak sengaja." "Lain kali kalo jalan tuh lihat ke depan, jangan fokus ke HP mulu. Nanti dijambret baru tahu rasa!" ketus laki-laki itu yang kembali berjalan melewati Vitaloka. Vitaloka menatap punggung laki-laki itu yang sudah menjauh. Dia tidak sempat melihat wajah dari orang yang tak sengaja ditabraknya. "Orang enggak sengaja juga," gumam Vitaloka.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as lakuin
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

jawab Raka Anggi menatap sahabat lamanya itu. Mata Raka masih sama: jernih, tenang, penuh keyakinan. Tidak seperti mata Ardi, yang penuh alasan dan pengecut. Namun Anggi terlalu sering disakiti janji manis. “Kalau mereka tahu aku hamil tujuh bulan,” suaranya pecah, “mereka tetap akan menolak. Semua orang selalu menolak.”ucap Anggi
1.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as lakuin
Read
+Library
PREV
1234567

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang menggelitik tentang bagaimana Laukana Bainal Habib terus mengeksplorasi batas kreativitasnya. Proyek terbarunya adalah serial audio fiksi sejarah berjudul 'Suara dari Masa Lalu', yang menggabungkan narasi mendalam dengan efek suara imersif. Aku baru saja mendengarkan episode perdananya, dan benar-benar terkesan dengan cara dia menghidupkan detail sejarah Nusantara abad ke-17 melalui dialog-dialog natural.

Yang menarik, proyek ini melibatkan kolaborasi dengan musisi tradisional dan peneliti budaya, menciptakan pengalaman auditory yang autentik. Episode terakhir bahkan menyertakan rekaman langka gamelan kuno yang direstorasi. Rasanya seperti dibawa mesin waktu, tapi dengan sentuhan modern yang membuatnya relevan untuk pendengar zaman sekarang.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status