Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
Stefani Wijantocerita dewasa ibucerita dewasa ibu dan tantecerita dewasa dengan ibucerita tentang ibu singkat
Sekarang hari Sabtu, dimanfaatkan Randu bangun agak terlambat.
Randu tertegun sebentar melihat makanan yang ada di meja. "Tumben, Mbak ...."
"Selamat hari lahir, Randu. Kamu lupa dengan tanggal lahirmu sendiri," sahutku.
"Nggak lupa, cuma nggak penting, Mbak. Tapi, terima kasih untuk nasi kuningnya," ucap Randu.
"Sama-sama."
Kami sarapan bersama seperti di adegan film-film. Aku menatap satu per satu adikku. Tentang pertemuanku dengan Ibu, tidak aku ceritakan. Tidak ada manfaatnya, hanya membuat luka baru.