Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kasih Sayang Yang Datang Terlambat

Kasih Sayang Yang Datang Terlambat

Karena anak dari wanita yang dia cintai terkurung di dalam mobil hingga dehirasi dan pingsan, dengan penuh amarah, ayah langsung mengikatku dan mengurungku di dalam bagasi mobil. Dengan wajah penuh kebencian, dia menatapku dengan tajam dan berkata, "Aku nggak punya anak sekejam kamu. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini." Aku memohon ampun dan mengakui kesalahan, hanya berharap ayah bisa melepaskanku. Namun, yang kudapatkan hanyalah perintah dinginnya. "Kecuali dia mati, nggak ada seorang pun yang boleh membebaskannya." Mobil itu terparkir di garasi. Tak peduli seberapa keras aku berteriak meminta tolong, tak seorang pun bisa mendengarnya. Tujuh hari kemudian, barulah dia teringat bahwa dirinya masih punya seorang putri. Ayah pun memutuskan untuk membebaskanku. Namun, dia tak tahu bahwa diriku sudah meninggal di dalam bagasi itu dan tak akan pernah bisa sadarkan diri lagi.
Baca
Tambahkan
Ends and Beginnings

Ends and Beginnings

The day before our wedding, my fiancé Cyrus eloped with his long-lost love. I chased after him, but he shoved me away viciously, causing me to lose consciousness. When the doctor called him as my life was on the brink, all he did was scoff and say, “She’s just pretending again. In a coma? Hah, she’s still alive, isn’t she?” That moment, my heart shattered. After I was discharged from the hospital, I cancelled the wedding, just as he wanted. But then he began to regret it…
Baca
Tambahkan
Life is Full of Fleeting Dreams

Life is Full of Fleeting Dreams

"I don't want to go with you on this business trip," Lucy Landon said at the dinner table. Her voice was calm, so calm that no one could sense anything unusual. Steven Cooper's trip was set for June 1st. It wasn't their wedding anniversary, nor was it anyone's birthday. Just an ordinary Children's Day. Three days ago, she had stumbled upon a voice message on Steven's phone. A child's soft and childish voice had said, "Daddy, for Children's Day, I want to go to Maldove to see the fishes!"
Baca
Tambahkan
The Borders of Love

The Borders of Love

When my husband returned home to visit his parents, I noticed that he forgot to bring back the specialties he had bought. I ran after him, only to find him getting out of a car in a suit. His childhood friend stepped forward to welcome him. They held hands and smiled as they looked into each other’s eyes. They looked like a happy, newlywed couple. Only when my husband saw me standing not too far away did he hurriedly distance himself from his childhood friend. “Her mother’s critically ill, and her mother’s only wish is to see her get married. I’m just helping her.” I simply smiled. I pushed him right back to his childhood friend’s side and started cheering with everyone else. “When’s the baby coming?! I’ll be sure to wrap a nice gift!”
Baca
Tambahkan
L’épouse invisible

L’épouse invisible

Je suis mariée depuis huit ans à un avocat, mais il a toujours refusé de révéler publiquement que j'étais sa femme. Pire encore, il a interdit à notre fille de l'appeler « Papa ». Il avait, à maintes reprises, sacrifié les moments précieux avec notre fille pour courir après son premier amour. Il avait même pardonné à cette femme d'avoir blessé notre enfant... Déçue et le cœur brisé, j'ai décidé de divorcer, de partir et de disparaître à jamais de sa vie avec ma fille. Mais lui, il s'accrochait désespérément à notre mariage, me traquant comme une bête enragée. Trop tard : cette fois, ni ma fille ni moi ne reviendrions en arrière.
Baca
Tambahkan
My Sister Switches My Child for Another

My Sister Switches My Child for Another

My sister pushes her daughter at a murderer so she can win the prize in a photography competition. After this, she even uses the incident and my name to extort the victim to pay an astronomical sum as compensation. The victim stabs me to death in a fit of rage. When my son, who is brought up by me, learns the truth, he doesn't seek justice for me. Instead, he scatters my ashes in the sea and says, "My mother told me that I would've been the happiest child in the world if not for you taking the wrong child home back then." When I open my eyes again, I'm taken back to when my daughter was five years old. I have a month until her death. This time, I'm going to protect my child to the best of my abilities. I won't bother about an ingrate anymore.
Baca
Tambahkan
Nasib si Bungsu

Nasib si Bungsu

Nasib si Bungsu. (Saat masa jaya orang tua telah habis). "Jadwal kontrol Bapak tiga hari lagi, kamu sudah dapat uang buat biaya rental mobil?" tanya Ibuku saat aku baru saja pulang. "Yusup usahain ya Bu, semoga ada rezekinya," jawabku. Sambil melepas jaket yang selalu menemaniku mencari rupiah. "Kalau gak ada ya udah, gak apa-apa. Paling Bapakmu teriak-teriak kalau lagi kumat karena obatnya habis!" ucap Ibu sambil berlalu pergi. Aku tahu Ibu pasti kecewa, lalu bagaimana lagi, aku sudah berusaha keras, dalam hati aku merasa gagal. Uang sebesar lima ratus ribu saja tidak mampu aku cari. Mungkin bagi orang lain tidak seberapa, tapi untukku yang hanya berprofesi sebagai ojek online uang lima ratus ribu sangatlah besar. Apalagi akhir-akhir ini orderan sangat sepi tidak seperti biasanya. Aku duduk termenung di atas sofa lusuh, mataku menatap tiga bingkai besar yang terpajang di dinding, foto ketiga Kakakku saat wisuda. Mereka terlihat sangat gagah dengan toga yang dipakainya
Urban
107.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan

Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan

Hubunganku, yang tidak direstui oleh Ibu dari suamiku. Ternyata, malah berdampak buruk, terhadap kehidupan rumah tanggaku. Aku, selalu dihina dan diremehkan oleh Ibu mertuaku. Bahkan, kata-kata pedas pun selalu keluar dari mulutnya. Ibu selalu membicarakan kejelekanku, kepada setiap orang. Bahkan, terkadang ia selalu melebih-lebihkannya. Sehingga, orang-orang selalu menilaiku, menantu tidak tahu diri. Selain Ibu, ada juga tetangga yang mulutnya selalu nyinyir, terhadapku. Dia selalu mencari celah buat menghinaku. Tetapi, semua penghinaan yang aku terima, baik dari Ibu mertua atau dari si tetangga. Berangsur menghilang, seiring berjalannya waktu. Karena, kini mereka tahu, kalau aku ini siapa, tanpa harus menunjukan siapa aku. Mau tau tentang kisahku ini, ayo cus baca! Jangan lupa subscribe, kasih komentar serta love di setiap babnya. Terima kasih.
Rumah Tangga
1050.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Love Signed Away the One Hundredth Time

Love Signed Away the One Hundredth Time

When my family went bankrupt, I was drugged and sent to the bed of my childhood sweetheart, Craig Kennedy. From that night, he brought women home every evening, tossing a divorce agreement in my face. "Beg me, and I won't leave you." He stood above me, watching as I humbled myself to dust, pleading to preserve our marriage. He even ordered me to kneel in his office and massage the feet of his secretary, Lucia Langston. On the day the Moore Group needed ten million to survive, she blocked all my desperate calls for help. I waited 24 hours, watching my family's legacy collapse and my parents take their lives. Craig, with Lucia at his side, entered the house and threw the signed divorce agreement at me again. "You wanted money to save your family, didn't you? Beg me, and as long as I don't divorce you, no one will touch them." But I signed it with calm despair. "Don't bother. We no longer need your help."
Baca
Tambahkan
Er weinte, als ich starb

Er weinte, als ich starb

Als ich Stück für Stück zerschnitten wurde, rief ich mit letzter Kraft meinen Bruder – Lukas Sommer an. Gerade als mein Bewusstsein zu schwinden drohte, nahm er erst ab. Seine Stimme klang voller Unmut. „Was ist denn schon wieder?“ „Lukas, hilf mir ...“ Ich konnte nicht weiterreden, er unterbrach mich einfach. „Musstest du denn immer irgendwas haben? Ende des Monats war Lunas Volljährigkeitsfeier. Wenn du nicht gekommen wärst, hätte ich dich umgebracht!“ Dann legte er ohne zu zögern auf. Ich konnte den Schmerz nicht länger ertragen und schloss für immer die Augen. Tränen liefen mir noch über die Wangen. Lukas, du musstest mich nicht umbringen – ich war schon tot.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2829303132
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status