Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Semu yang Berawal Dari Kebohongan

Pernikahan Semu yang Berawal Dari Kebohongan

Tahun ketujuh pernikahannya dengan Joel, Hana membawa kartu keluarga untuk membeli rumah subsidi dari sekolah. Namun, dia justru diberi tahu bahwa kartu keluarga yang ada di tangannya itu palsu. Bagaimana mungkin? Hana tahu dia tidak salah dengar. Pasti petugasnya yang keliru. Dengan sikap yang tetap sopan, dia mengulanginya lagi, "Tolong dicek lagi. Kartu keluargaku ini dulu diurus oleh suamiku." Petugas di loket tampak tak sabar. Dia memeriksanya sekali lagi, lalu menatap Hana dengan ekspresi sedikit menyindir. "Aku nggak salah lihat. Di kartu keluarga ini, selain kepala keluarga sendiri, masih ada dua orang. Yang satu adalah istrinya, Ruby, yang satu lagi adalah putranya, Ryu."
Baca
Tambahkan
Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Di acara tahunan perusahaan, suamiku dan sekretaris wanitanya bermain piano bersama di atas panggung dengan mesra. Setelah turun dari panggung dengan bergandengan tangan, putraku juga berlari dengan penuh semangat menghampiri mereka. “Bibi Sally hebat sekali, bisa melakukan apapun. Andai saja Bibi adalah ibuku.” Melihat tiga anggota keluarga yang tampak begitu harmonis di hadapanku .... Aku pun memutuskan untuk melepaskan semuanya. Sampah memang seharusnya dibuang.
Baca
Tambahkan
Suamiku Dibutakan Sahabat Masa Kecilnya

Suamiku Dibutakan Sahabat Masa Kecilnya

Saat suamiku memaksa diriku yang sedang hamil delapan bulan untuk menemani sahabat masa kecilnya main loncat bungee, aku tidak membantah ataupun marah. Sebaliknya, aku malah mengangguk setuju. Aku melakukan ini karena di kehidupan sebelumnya, sahabatnya itu sedang sedih. Demi menghiburnya, suamiku berjanji akan mengabulkan satu permintaannya. Sahabatnya pun bilang pada suamiku kalau keinginan terbesarnya adalah ada orang yang menemaninya main loncat bungee. Suamiku yang takut ketinggian langsung menyuruhku untuk menemaninya, aku pun menolak mentah-mentah dengan alasan sedang hamil. Karena penolakanku, sahabatnya itu sedih dan akhirnya memilih pergi ke bar untuk minum-minum. Sialnya, dia malah dijebak di sana, diracuni dan dilecehkan hingga kehilangan kesuciannya. Setelah kejadian itu, dia yang merasa hancur meninggalkan sebuah surat wasiat sebelum mengakhiri hidupnya, [Kalau saja aku nggak pergi ke bar hari itu, mungkinkah semuanya akan berbeda?] Membaca surat itu, suamiku mencekik leherku. “Kenapa kamu nggak mengikuti ajakan Sisil untuk loncat bungee? Apa susahnya tinggal mengikuti dia saja?” Akhirnya, aku mati dicekik oleh suamiku sendiri dan anak di kandunganku yang belum sempat lahir pun ikut pergi bersamaku. Begitu membuka mata kembali, ternyata aku kembali ke hari di mana suamiku memintaku menemani sahabatnya itu main loncat bungee….
Baca
Tambahkan
Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Demi Ricardo dan putri kami, aku rela mengorbankan segalanya dan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Namun, sejak kekasih lamanya resmi bercerai, semuanya pun berubah. Suamiku mulai muak padaku. Putriku memperlakukanku bagaikan seorang pembantu. Hatiku hancur tak bersisa. Aku menandatangani surat cerai, melepaskan semua hak dan meninggalkan segalanya untuk pergi sejauh mungkin. Namun, kenapa sekarang mereka malah menyesal?
Baca
Tambahkan
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Demi melindungi Ayah, aku disiksa oleh penculik selama sejam. Namun, Ayah malah sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya yang ke-18. Sebelum meninggal, aku menelepon Ayah. "Tapi, Ayah, hari ini juga ulang tahunku. Ini terakhir kalinya, Ayah. Bisa nggak Ayah mengucapkan selamat ulang tahun untukku?" "Kamu benar-benar nggak punya hati! Karena ulang tahun, kamu membunuh ibumu! Kamu masih mau merayakan ulang tahun? Kenapa kamu nggak mati saja?" Usai berbicara, dia langsung mematikan panggilan. Keesokan hari, jenazahku ditempatkan di pot bunga depan kantor polisi. Ayah bertanggung jawab atas otopsi. Dia bisa melihat bahwa pembunuhnya sangat kejam dan tidak takut pada polisi. Namun, dia sama sekali tidak tahu bahwa korban adalah putri yang paling dibencinya.
Baca
Tambahkan
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Setelah aku menolak mendonorkan hati untuk kakakku, ibu dan ayah malah mengirimku ke tempat tidur anak konglomerat Kota Jakata. Katanya, pria itu sosok yang dingin dan sulit didekati karena sudah punya pujaan hati. Semua orang menunggu kehancuranku, tapi tidak ada yang menyangka kalau dia justru akan memanjakanku setinggi langit. Selama tiga tahun menikah, dia selalu suka bermesraan denganku di berbagai tempat. Saat aku pergi ke kamar mandi pun, dia akan mengikutiku dan menekanku di atas wastafel. Kami juga tidak pernah pakai pengaman, tapi aku tidak kunjung hamil. Sampai akhirnya aku mengira diriku hamil dan pergi ke rumah sakit untuk periksa, lalu tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan dokter. "Andi, tiga tahun lalu kamu nyuruh aku mindahin sebagian hati Cintaya secara diam-diam ke kakaknya, sekarang kamu malah nyuruh aku bohongin dia kalau dia mandul bawaan. Kok kamu tega banget sih berbuat sekejam itu sama wanita yang cinta kamu?" "Mau gimana lagi, hati Chika nggak bagus kondisinya. Kalau dia nggak bisa punya anak, aku takut dia bakal menderita di keluarga suaminya nanti, cuma hati Cintaya yang cocok sama dia." Suara pria yang sangat akrab itu terdengar dingin dan asing. Ternyata cinta dan perlindungan yang selama ini sangat aku percayai hanyalah penipuan belaka. Kalau sudah begini, aku mending pergi saja.
Cerita Pendek · Romansa
11.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah

Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah

Hari peringatan pernikahan kami yang ke-10, suamiku, Franky melangkah masuk sambil merangkul pacar barunya yang ke-100. Lalu dengan tangannya sendiri melepas kalung simbol cinta kami dan memakaikannya ke leher gadis itu. Di tengah tawa para tamu, gadis itu dengan malu-malu menarik gaun yang kupakai dan berkata, “Kak, Pak Franky bilang dia ingin aku memakai gaun ini sekarang.” Gaun itu adalah hasil modifikasi dari gaun pengantinku sepuluh tahun lalu. Aku sengaja mengenakannya hari ini dan dengan bodohnya berpikir Franky akan mengingatnya. Namun, pada hari peringatan pernikahan kami, dia malah menyuruh istrinya melepaskan gaun di depan semua orang untuk pacarnya. Di tengah semua tatapan meremehkan itu, akhirnya aku memberinya senyuman tulus pertama yang kuberikan selama sepuluh tahun ini. “Franky, kita cerai saja.”
Baca
Tambahkan
Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Selama 20 hari ibu dirawat inap karena sakit parah, pacarku yang kebetulan adalah dokter di rumah sakit itu tidak pernah menjenguknya sekali pun. Hari pertama, karena sahabat kecil perempuannya pindahan rumah, dia mengambil cuti sehari. Hari kedua, sahabat itu mulai magang di rumah sakit, dan dia harus menemaninya ke sana kemari, mengurus segala hal tanpa terkecuali. Hari ketiga, hari keempat .... Ibuku dirawat di lantai 13, sementara Gavin bekerja di lantai 17. Padahal hanya berjarak 4 lantai, naik lift 10 detik, naik tangga dua menit. Namun selama 20 hari, Gavin tak pernah sampai. Di saat ibu dipulangkan dari rumah sakit, aku mengantarnya sendirian ke stasiun kereta. Di perjalanan, akhirnya aku menerima pesan dari Gavin. [ Anjing peliharaan Serlina hari ini vaksin, aku harus antar dia dulu. ] Kali ini, aku tidak lagi diam. [ Oke, aku mengerti. Hati-hati di jalan. ] Aku tersenyum tipis, lalu menambahkan. [ Selain itu, kita putus. ]
Baca
Tambahkan
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

"Ma, tolong aku! Ayah mengunciku di dalam mobil." Aku menerima telepon dari putriku pada pukul 2 siang di musim panas saat matahari sangat terik. Aku panik ingin menyelamatkannya dan buru-buru menelepon suamiku. Tapi, begitu telepon diangkat, suaranya terdengar tidak sabar. "Anak Olivia sedang ngambek, aku mau menemaninya berkeliling taman hiburan. Jangan ganggu aku!" Mendengar suara panggilan diputus, hanya satu yang ada dalam benakku. Kalau terjadi apa-apa pada putriku, kalian harus membayarnya!
Baca
Tambahkan
Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Aku sedang jual furnitur bekas di platform seken, tiba-tiba ada seorang perempuan kirim pesan untuk menawar harga, [Kak, harganya boleh agak kurang?] [Aku belum lulus kuliah, baru saja pindah dari asrama gara-gara berantem dengan teman sekamar. Pacarku yang mencarikan kontrakan untukku.] [Meskipun dia sangat kaya, bahkan bilang mau menikahiku setelah lulus, aku tetap nggak mau terlalu membebani dia.] [Boleh kurang empat puluh ribu, nggak? Nanti aku ambil sendiri ke sana!] Waktu masih kuliah dan pacaran dengan Steve, aku juga pernah rela mengayun sepeda umum selama dua jam hanya demi hemat sepuluh ribu. Meskipun sekarang aku hanya karyawan kantoran biasa, kondisiku lebih baik sedikit dibanding anak kuliah. Akhirnya, aku pun luluh dan menyetujuinya. Malam itu, dua orang muncul di depan gerbang komplek perumahanku. Si Perempuan dengan bangga berkata, “Aku hebat, ‘kan? Hanya keluar uang nggak sampai dua ratus ribu, tapi sudah dapat mesin cuci yang kondisinya masih 90% baru!” Si pria menyahut dengan nada memanjakan, “Iya… sayangku memang paling hebat.” “Tapi aku cari uang memang untuk membiayaimu, kamu nggak perlu sehemat itu.” “Suamimu ini direktur Grup Rosel, masa membiayai kamu saja nggak mampu? Sekali ini saja ya, lain kali jangan begini lagi.” Pria itu mendongak sambil tersenyum. Begitu mata kami bertemu, aku langsung mematung di tempat. Dia adalah Steve, pacarku yang pamitnya mau dinas keluar kota selama tiga bulan demi mendapat uang saku perjalanan dinas tiga kali lipat.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3031323334
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status