Menjadi Istri Kedua Mantan Mertua
lanjut Papah.
"Jika sebuah hinaan dari lingkungan hingga keluarga, tidak memotivasimu dalam merubah keadaan hidup, maka kamu adalah lelaki payah yang tidak berlogika. Kamu hanya lelaki pasrah yang payah, saya tidak menyukai lelaki semacam itu. Dari muda, saya pekerja keras, meskipun saya memulai usaha dari modal orang tua. Tapi saya, bukan orang yang senang menerima hinaan, apalagi hinaan dalam bentuk ekonomi. Seorang laki- laki, harga dirinya adalah bekerja. Dan laki- laki yang berhasil, adalah laki- laki yang mampu memberikan kehidupan yang layak untuk anak istrinya, bukankah seharusnya begitu, Enggar?"
Sikat na Kabanata