Pernah ngedapetin novel yang bikin deg-degan karena konflik keluarga yang kompleks? 'Ibu Mertua' karya Djenar Maesa Ayu itu salah satu yang bikin aku berpikir ulang tentang dinamika hubungan menantu dan ibu mertua. Gaya penulisannya blak-blakan, eksplorasi psikologisnya dalam, dan konfliknya terasa begitu nyata. Novel ini nggak cuma tentang pertengkaran biasa, tapi tentang kekuasaan, trauma masa lalu, dan bagaimana dua perempuan berjuang untuk dominasi dalam satu rumah.
Yang bikin menarik, Djenar nggak menjadikan ibu mertua sebagai antagonis flat. Karakternya dibangun dengan latar belakang yang membuat pembaca bisa memahami—meski nggak selalu setuju—dengan tindakannya. Ada adegan-adegan simbolik yang kuat, seperti ketika si ibu mertua memotong kain kebaya warisan, yang bagi aku melambangkan pemotongan garis keturunan atau tradisi.