Kelana
Gayanya yang flamboyan sekaligus misterius, pembawaan dan cara bicaranya yang matang, sorot matanya yang tajam, sense of humornya yang cerdas, pengetahuannya yang luas di bidang sastra dan seni, juga aroma aquatic itu.
Lana berkali-kali mengetik dan menghapus jawabannya. Ia sebenarnya tertarik untuk mengenal lebih jauh sosok Rei, calon rekan kerjanya itu. Tapi Lana tak ingin hal itu terlalu terlihat oleh Rei. Otaknya berpikir keras, antara ingin menolak atau mengiyakan. Lagipula sebenarnya ia sangat ingin tidur saat ini. Akhirnya Lana menemukan jawaban yang tepat dan mengirimkan pesannya.
Hot Chapters