Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Ibuku meninggal karena terlalu emosional. Pasalnya, hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, kini pengantin wanitanya malah berubah menjadi mitra bisnis Ezra. Pada saat ibuku mengembuskan napas terakhirnya, hari pernikahanku berubah menjadi hari pemakamannya. Namun, Ezra memerintahkan agar pesta pernikahan tetap dilanjutkan seperti biasa dan bahkan memintaku untuk memasangkan cincin pernikahan ke jari Naila secara langsung. "Cepat! Pasangkan cincin itu padanya. Malam ini, aku akan memberimu penjelasan," katanya sambil menggertakkan giginya. Aku mengabaikan amarah Ezra dan menggendong jenazah ibuku meninggalkan hotel. Pukul delapan malam, pernikahan dengan pengantin yang diganti itu selesai dengan "sempurna". Naila memposting di Instagram dan postingannya mendapat puluhan ribu suka. [ Yay! Hari ini aku akhirnya menikahi pria idamanku. Terima kasih pada pihak ketiga yang sadar diri dan pergi. ] Tak lama kemudian, Ezra juga memposting. [ Orang yang nggak layak, nggak pantas dicintai. ] Di kamar jenazah yang dingin, aku memberikan tanda suka pada postingan mereka berdua dan menulis komenta. [ Semoga langgeng. ] Kemudian, aku mengemas barang-barangku sambil memeluk kotak abu jenazah ibuku. Namun, ketika aku sampai di rumah baru yang kubeli, aku menemukan Ezra sedang berciuman penuh gairah dengan Naila di sofa baruku.
Baca
Tambahkan
Kehadiran Orang Ketiga, Penghancur Rumah Tangga

Kehadiran Orang Ketiga, Penghancur Rumah Tangga

Gabriella diam-diam mengirim wanita simpanan Nigel ke luar negeri tanpa sepengetahuan pria itu. Malam itu juga, Nigel menculik orang tua Gabriella. Dia ingin menggunakan nyawa orang tua Gabriella untuk menukar keberadaan wanita simpanannya. Nigel mendorong ponselnya ke hadapan Gabriella. Di layar, kedua orang tuanya terikat di kursi dan di dada mereka ditempelkan bom dengan penghitung waktu. Angka hitung mundur di layar terus berkurang detik demi detik.
Baca
Tambahkan
Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah

Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah

Adik laki-lakiku mendorongku jatuh ke jurang, nyawaku berada di ambang kematian. Namun, ibu yang merupakan kepala tim penyelamat, malah hanya memedulikan pergelangan tangan adikku yang terkilir. Dengan napas tersengal-sengal, aku memohon padanya agar menyelamatkanku. Ibu malah menatapku dengan wajah dingin dan berkata, "Adikmu sudah terluka, kenapa kamu nggak melindunginya? Masih saja berpura-pura lemah di depanku? Kalau begitu, kamu tinggal saja di sini sendirian dan renungkan kesalahanmu!" Dia lalu berbalik dan memerintahkan seluruh petugas penyelamat untuk pergi, melarang siapa pun menolongku. Akhirnya, aku meninggal sendirian di daerah terpencil. Setelah mendengar kabar kematianku, ibu menjadi gila dan memeluk jasadku yang sudah membusuk sambil terus memanggil, "Anakku sayang."
Baca
Tambahkan
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
Cerita Pendek · Realistis
8.4198.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Sehari sebelum pernikahan, aku menerima telepon dari hotel, "Selamat siang, Nona Kiara. Ada orang yang sudah merusak aula pernikahan Nona." Aku yang tidak tahu apa-apa pun langsung bergegas ke hotel. Setibanya di sana, aku melihat seorang wanita memegang foto pranikah tunanganku dan aku. Dia berteriak marah, "Dasar perempuan nggak tahu malu! Berani-beraninya merebut suamiku! Bahkan memakai uangnya untuk mengadakan pernikahan semegah ini!" Kerumunan langsung ikut heboh. Bahkan manajer hotel ikut menyalahkanku, "Pantas saja mempelai prianya nggak pernah muncul selama persiapan pernikahan. Ternyata Nona hanya selingkuhannya!" Situasi jadi makin tidak terkendali. Aku dipukuli hingga mengalami keguguran. Aku marah dan malah tersenyum menyeringai. Kemudian segera mengirimkan pesan pada sekretarisku, "Pernikahan besok dibatalkan dan suruh Galang angkat kaki dari perusahaanku!" Dia sudah berani memakai uangku untuk berselingkuh, bahkan berbuat seenaknya! Lihat saja apa yang akan kulakukan untuk menghancurkan kalian!
Baca
Tambahkan
Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Di kehidupan lalu, suamiku tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan meninggal. Dia juga meninggalkan sejumlah besar utang. Demi putraku yang masih SMA, aku menjual rumah yang diwariskan orang tuaku dan bekerja 3 pekerjaan untuk membayar utang. Setelah terlalu banyak bekerja, aku jatuh sakit dan akhirnya masuk rumah sakit. Di samping ranjang pasien, putraku yang sudah diterima di universitas bergengsi malah menelepon dengan gembira. “Halo? Ayah, ini aku. Wanita ini sudah mau mati. Aku ada belikan asuransi untuknya. Kita setidaknya bisa dapat kompensasi 10 miliar. Kamu dan Bibi Susi cepat kembali dari luar negeri.” Bibi Susi yang dimaksudnya adalah teman semasa kecil dan juga tetangga suamiku. Ternyata, yang disebut utang itu adalah hasil pencucian uang dalam jumlah besar yang dilakukan suamiku dan kekasih gelapnya. Demi menutupinya, mereka membuat pembukuan palsu, bahkan berpura-pura mati untuk menghindari tanggung jawab hukum. Sementara itu, demi menjadi anak orang kaya, putraku membiarkanku mati karena kelelahan. Saat membuka kembali mataku, aku sudah kembali ke hari di mana suamiku berpura-pura mati.
Baca
Tambahkan
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Saat berusia sembilan tahun, aku terkena gelombang kejut dari ledakan saat menyelamatkan Andre Yunandi, dan sejak itu aku memakai alat bantu dengar. Dia merasa sangat bersalah. Dia berinisiatif melamarku, bersumpah dengan mata merah, “Dik Tasya, aku akan melindungimu seumur hidupku.” Tetapi di tahun saat kami berusia delapan belas tahun. Demi lulus tes di depan gadis idaman sekolah, Andre sendiri melepas alat bantu dengarku. Di depan gadis idaman sekolah itu dan teman-teman sekelasku, dia berkata dengan nada jijik, “Si Beban, aku sudah muak denganmu sejak lama.” “Tahun itu, saat kamu berusia sembilan tahun, aku benar-benar berharap kamu tidak diselamatkan dan justru meninggal.” Aku menggenggam laporan pemulihan telingaku, tak mengucapkan sepatah kata pun. Sesampainya di rumah, aku diam-diam mengubah pilihan seleksi nasional berdasarkan tes-ku. Setelah itu, aku pergi bersama orang tuaku ke rumah Andre untuk membatalkan pertunangan. Andre, mulai sekarang, pertemuan kita berakhir di sini. Aku dan kamu, tak perlu lagi bertemu.
Baca
Tambahkan
Kakakku Bukan Kakakku

Kakakku Bukan Kakakku

"Tidak, tiga terlalu banyak, aku bakal kapok..." Dua teman sekelas kakakku dari sekolah khusus olahraga mengangkat kakiku, satu di kiri dan satu di kanan, lalu menggantungku di udara, mereka meremas bokongku yang montok. Ada teman lainnya di depanku, suaranya agak serak. "Gadis lemah sepertimu harus dilatih dengan keras." Sambil berkata demikian, dia merobek celana dalamku yang sudah basah...
Cerita Pendek · Gairah
11.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Baca
Tambahkan
Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan

Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan

Di pesta pernikahan yang kurancang sendiri, tunanganku yang biasanya serius dan jarang tersenyum malah kabur bersama asistennya yang mengenakan gaun pengantin. Adiknya tiba-tiba naik ke mobil pengantin, menarikku yang masih panik ke kantor catatan sipil, lalu bilang mau menikah denganku. Dekorasi tiba-tiba ambruk, memperlihatkan tamu-tamu undangan yang menertawakanku. Dua sahabat masa kecilku yang dulu bersumpah akan menjagaku seumur hidup, malah merobek surat nikah palsu demi membuat si asisten tersenyum dan melemparkan sobekannya ke wajahku. Mereka bertiga bersulang di atas panggung, seolah dunia milik sendiri. “Konsep pernikahanmu terlalu kuno, dijadikan pesta lajang untuk Yovita itu justru keberuntunganmu!” “Pernikahan resminya diadakan di hari minggu! Bagaimana? Ide Yovita mengejutkan sekali, ‘kan?” Kedua orang itu begitu yakin aku tak akan meninggalkan mereka. Namun, aku hanya dengan tenang mengambil ponselku. “Jadwal nikahku dengan putra mahkota Keluarga Lessy ditetapkan di hari minggu ini saja.”
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3940414243
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status