Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Perut hanya ku isi nasi tadi pagi dengan taburan garam.
Andai masih ada Lia, aku pasti tidak akan semenderita ini. Ya Tuhan, salahkah aku yang sudah menceraikan istriku?
Aku merindukan wanita itu, Lia pasti sudah memadu kasih dengan lelaki tua Bangka. Karena hari ini adalah pernikahannya, membayangkan saja aku tak sanggup dan tiba-tiba hasr4tku muncul. Dulu waktu malam pertama dengannya, gadis itu sangat malu-malu tetapi seiring berjalannya waktu dia sangat agresif. Hingga lahirlah Shaka, Rezki kami yang awalnya sedikit lama-lama lancar seperti air mengalir. Jualan online Lia sangat lancar bahkan ia bisa membeli hp baru, skincare, baju, tanpa menggunakan uang pemberianku. Ia semakin cantik,