MasukIhsan, seorang pemuda tampan dan santun adalah salah satu guru di pondok pesantren Darul Muttaqin kota Yogyakarta. Karena kesalahan sepele yang tidak ia sengaja, Ihsan terjebak pernikahan dengan putri pimpinan pondok pesantren tempat ia mengajar. Wanita itu adalah Rasheda Aynur Ahmadi, putri seorang Kyai yang begitu disegani banyak orang, siapa lagi kalau bukan Kyai Mustafa Ahmadi. Meskipun putri seorang pimpinan pondok pesantren, faktanya Aynur tak seperti ke empat kakaknya yang santun dan berakhlak mulia. Sifat Aynur tak seindah namanya. Wanita itu bahkan tidak berhijab, shalat bolong-bolong, suka dugem, dan fashionable. Kesalahan tak sengaja yang dilakukan Ihsan memaksa Aynur berpisah dengan Bobby, pria yang sudah menjadi pacarnya sejak 3 tahun terakhir. Mau tak mau Aynur harus menikah dengan pria lugu, santun, dan alim menantu dambaan ibu-ibu pengajian itu. Yang jelas Ihsan sangat jauh dari tipe suami idaman Aynur. Akibat perbedaan sifat yang sangat kontras menyebabkan rumah tangga yang dia bangun bersama Ihsan tidak berjalan mulus. Lalu bagaimana dengan Ihsan? Mampukah dia membuat Aynur berubah menjadi wanita sholehah, baik dan santun seperti harapan orangtuanya? padahal dia sendiri sebelumnya sudah memiliki calon isteri yang sempurna di desa tempat ia tinggal. Haruskah Ihsan mengakhiri pernikahannya dengan Aynur yang bengal dan sulit diatur?
Lihat lebih banyak"Hallaah!!! Wanita model begituan siapa yang bakal mau jadi suaminya??"
"Iya!! Untung aku ga punya menantu modelan begitu!! bisa bisa mati muda aku nanti!! Sudahlah jeng!! Suruh putus!! Masa mas Bobby mau nikah sama yang kaya beginian!!"Kumpulan ibu-ibu berkerudung itu tak hentinya melontarkan kata-kata hina pada Aynur. Wanita lajang, mandiri dan tidak pernah mau mengusik kehidupan orang lain. Bagi Aynur, kehidupan yang ia jalani sudah cukup sempurna.Aynur memiliki paras cantik, di usianya yang memasuki 27 tahun, dia memiliki usaha yang cukup sukses di bidang kuliner. Seharusnya dia bisa menjadi menantu idaman dan isteri mandiri yang siap membantu perekonomian suami. Nyatanya hal itu tidak membuatnya dengan mudah diterima keluarga Bobby, pria yang sudah menjalin hubungan dengannya 3 tahun terakhir ini.Kesalahan Aynur hanya satu, penampilan dan tata krama. Aynur bukan wanita berhijab yang lemah lembut seperti harapan ibu-ibu yang menghinanya itu. Aynur memang apa adanya, blak blakan dan tidak suka bertele tele. Intinya dia bukan wanita lebay yang suka mendramatisir masalah seperti sinetron-sinetron favorit ibu-ibu di TV swasta."Bu... sebentar ya.. izinkan wanita model beginian ini bicara. Gini lho bu.. Sampeyan ini (*Anda ini) pengennya punya mantu yang sempurna akhlak dan budinya. Tapi mbok ya dilihat dulu anaknya seperti apa?" Aynur melirik Bobby."Lah anaknya model begini kok minta mantu sholehah. Seperti kata pak ustaz itu lho bu 'Jodohmu adalah cerminan dirimu'. Nah, mas Bobby yang ibu banggakan ini modelannya begini ya dapetnya kaya saya!" Lanjut Aynur dengan bangga sambil tersenyum mengejek. Bobby yang ada di sampingnya menepuk jidat."Sayang... jangan diladenin. Lagian kenapa dateng jam segini sih, kan gue bilang jam 9 setelah pengajian selesai!!" protes Bobby sedikit berbisik pada Aynur."Lah emang kenapa kalau gue dateng sekarang. Lo malu??""Gak gitu. Minimal ganti baju kek, pake gamis atau daster. Kan udah gue kasih tau, ibu-ibu komplek mulutnya suka asal kalau ngomong!" jelas Bobby."Bobby!! Suruh dia pulang. Mama pusiiing!!" teriak ibu Bobby."Iya mas Bobby. Mumpung tamu undangan belum pada dateng." tambah ibu berbaju pink fanta yang tadi menyarankan agar Aynur dan Bobby putus.Aynur menatap pakaian yang ia kenakan. Kaos hitam polos dipadukan dengan jaket jeans biru, celana jeans warna senada dengan kaosnya serta sepatu boots hitam edisi terbatas.Menurut Aynur penampilannya sudah lebih dari sopan. Biasanya ia mengenakan jeans sobek bagian lutut atau legging dipadukan mini skirt berenda khas anak rock. Rambutnya pun sudah dicat hitam lagi, lipstik yang ia gunakan juga berwarna merah, bukan hitam seperti warna favoritnya. Kini ia sadar kekurangannya. Hijab!!Aynur manggut-manggut lalu menarik syal dari dalam tas mininya. Syal itu kemudian ia kudungkan di kepalanya."Saya itu mau ikut ngaji bu. Masa ga boleh. Dosa lho.." kata Aynur sedikit lebih lembut."Ck ck ck.. ga tau malu banget ya jadi cewek!" teriak ibu berbaju ungu berwajah bulat sambil melotot.Rasanya kesabaran Aynur sudah hampir habis mendengar hinaan ibu-ibu di depannya. Dirinya sudah menarik nafas berat hendak membalas dengan umpatan yang lebih kasar ketika terdengar suara lembut seorang pria di antara mereka."Assalamualaikum....""Wa'allaikumsallam...." semua menjawab tak terkecuali Aynur. Mereka menoleh ke pemilik suara lembut tersebut."Eh.. Ustaz Ihsan, mari-mari mas..." Sapa ibu Bobby kepada pria berbaju koko, berpeci, kulit putih bersih dengan tinggi kira-kira 175cm. Ibu-ibu lain yang beberapa menit lalu menghina Aynur bak tokoh antagonis paling kejam seketika berubah melunak menjadi tokoh protagonis paling dipuji."Mohon maaf, pak Kyai agak terlambat. Jadi saya diminta untuk membuka acara Akikah malam ini." jelas si ustaz. "Tapi saya perhatikan dari tadi kok rame-rame nya disini bukan di dalam. Emang ada apa ya bu?" tanya ustaz Ihsan. Ibu Bobby tersenyum canggung."Gak ada apa-apa mas ustaz. Cuma bertegur sapa aja sama ibu-ibu arisan, hehe " katanya berbohong."Ga bener pak! eh mas ustaz.. Ini saya mau ikut ngaji masa ga boleh. Katanya malu-maluin." Kata Aynur jujur, dalam hati ia berkataMampus lu mak emak... enak aja ngatain orang sembarangan! biar sekalian dikasih siraman rohani sama ahlinya.Ibu Bobby dan teman-temannya seketika gugup dan salah tingkah."Astagfirullah.... Benar begitu bu?" tanya ustaz yang bernama Ihsan itu."Ya habisnya penampilannya begitu mas, auratnya diumbar kemane mane!!" sahut ibu berbaju pink kesal."Iya mas Ihsan!! akhwat tapi ngomongnya kasar!" tambah ibu berbaju ungu."Loh.. emangnya kapan buk saya ngomong kasar. Perasaan dari tadi ibuk sendiri yang ngata-ngatain saya!" Aynur coba membela diri."Tuh kan!! main nyolot aja ngomong sama orang tua!!" balas ibu berbaju ungu."Iya mas ustaz, kalau lama-lama disini malah bikin akhwat-akhwat disini terkontaminasi!!""Astagfirullah....Jangan gitu buk. Kita gak boleh begitu ke sesama ciptaan Allah. Mbak nya ini.. Maaf siapa namanya mbak ?" tanya Ihsan menatap sekilas pada Aynur."Rasheda. Panggil saja She taz..." jawab Aynur dengan suara dilembut-lembutkan."Mbak Rasheda ini mau ikut ngaji, jangan dilarang, siapa tahu dengan datang ke acara ini, beliau dapat hidayah dari Allah." lanjut Ihsan."Tuh! dengerin buk!!" tambah Aynur yakin. Ibu-ibu yang mengumpat Aynur tampaknya ingin protes tapi mengurungkan niatnya."Tapi mas ustaz... saya gak mau punya menantu macam dia. Sampai kapan pun mama ga ridho Bobby!!" kata bu Sofi jengkel seraya menatap tajam anaknya."Iya Ma... Bobby tetep akan nunggu restu dari mama." jawab Bobby menenangkan ibunya."Terus kalau mama elo ga kasih restu? Mau kawin lari sama gue??!!tantang Aynur membuat semua orang yang mendengarnya melongo.Bobby tampak salah tingkah mendengar kata-kata Aynur."Sayang... kita ngalah dulu, jangan bikin ribut plissss..." pinta Bobby lirih."Gak bisa!! Mumpung ada semua orang, gue sekalian aja pengen tau elo serius ga sama gue. Kita pacaran udah 3 tahun Bob!! sampe kapan gue mesti nunggu elo??!!" protes Aynur. Kini orang-orang yang melihat mereka terkejut dan berbisik bisik nampak risih."Yaudah putus aja!! lagian Bobby masih mau lanjutin S2 di luar negeri. Kamu cari cowok lain yang selevel sama kamu! jangan harap bisa jadi menantuku!!" kata-kata bu Sofi terasa panas di telinga Aynur, dirinya berusaha menghormati wanita itu tapi ternyata balasannya seperti ini."Bu Sofi.. Sabar bu!! Kita tidak tahu suatu saat mungkin mbak Rasheda ini mendapat hidayah dari Allah dan menjadi wanita sholehah seperti yang ibu harapkan." Ihsan mencoba menimpali, dia hanya tak ingin kedua wanita di depannya itu saling menyakiti."Gak mungkin mas Ihsan! dia ngejar-ngejar Bobby karena gak ada pria lain yang mau sama dia!!""Busyeet!! ibu kira anak ibu ini apa? malaikat?? ibu aja yang ga tau kelakuannya di luar. Masih mending saya blak-blakan gini dari pada anak ibuk yang baik di rumah tapi urakan diluar!!" balas Aynur, Bobby mencoba menenangkan kekasihnya tersebut."She!! stop!! jangan bertengkar sama mama atau kita bener-bener putus!!" ancam Bobby, Aynur tersenyum kecut mendengar perkataan Bobby."Ternyata bener tebakan gue selama ini, elo cuman manfaatin gue kan?! elo minta ini itu, slalu nangis-nangis ga mau putus sama gue. Sekarang di depan semua orang seakan elo membenarkan kata-kata mereka tentang gue Bob!! elo emang luar biasa!! luar biasa BRENGSEK!!!" teriak Aynur sambil mendorong Bobby menjauh darinya. Bobby hanya diam tak berkutik mendengar amarah kekasihnya itu."Eh jangan kurang ajar ya di rumah orang!! Saya sumpahin kamu jadi perawan tua!!!" teriak Bu Sofi di amini oleh ibu-ibu yang lain. Seketika air mata Aynur tak bisa dibendung lagi. Matanya terasa panas sejak tadi."Gak usah akting nangis!! wanita seperti kamu ga bakal dapet pria baik-baik. CATAT ITU!!" tambah Bu sofi sambil mengacungkan telunjuknya ke arah Aynur."Astagfirullah.. Bu.. kita tidak boleh berkata buruk tentang sesuatu yang belum terjadi. Jodoh itu rahasia Allah. Kita tidak akan tahu jika mbak ini suatu saat mendapat hidayah dan hijrah ke jalan yang benar". Ihsan mencoba memberi nasehat kepada Sofi yang marah."Alah taz... pria baik mana yang mau sama wanita seperti dia???""Saya mau!!!" jawab Ihsan spontan membuat semua orang menoleh kecuali Aynur yang masih menunduk menahan air matanya."Mas Ihsan?? jangan ngaco, dia itu tidak bisa dibenahi, walaupun pria itu sekelas ustaz. Tetep aja setelan bengalnya ga bakal ilang!!" teriak ibu baju ungu."Saya akan buktikan kalau mbak ini bisa berubah atas kehendak Allah!!" kata Ihsan seakan menerima tantangan ibu-ibu di depannya."Maksudnya? mas ustaz mau menikahi wanita seperti dia????" tanya bu Sofi."Jika dia jodoh saya. Saya tidak akan menolak!!" jawab Ihsan pasti membuat semua orang yang ada disitu melongo, tak terkecuali Aynur dan Bobby.Bersambung 🥰Ihsan berdiri menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Saat itu baru pukul 03.15, tapi dia sudah rapi mengenakan kemeja koko, sarung serta pecinya. Pagi ini Ihsan ada jadwal mengisi kultum di pondok pesantren milik mertuanya.Ihsan mengetuk pintu kamar Aynur. Namun tak ada jawaban, ia mencoba memutar gagang pintu yang tak terkunci. Kamar Aynur hanya bercahaya redup, wanita itu tampaknya masih tertidur pulas.Ihsan mendekat, ia lalu berjongkok di samping ranjang menatap wajah cantik istrinya. Memori semalam kembali terlukis jelas di benak Ihsan, membuat senyumnya mengembang. Perasaannya sungguh bahagia."Saat ini aku tak bisa mengartikan perasaan ini. Semoga Kau tak keberatan menjalani semua ini seperti air yang mengalir. Aku senang bersamamu Aynur..." Ihsan bergumam lirih, menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Aynur.Ihsan meraih jam beker yang telah distel berdering pukul 04.00, tepat saat waktu subuh. Ihsan kemudian berdiri bergegas meninggalkan kamar, tapi tubuhnya terhenti
Ihsan tertawa tertahan mendengar ucapan Maya yang menganggap Aynur adalah tantenya. Melihat reaksi Ihsan, Aynur memelototinya dengan sebal. Ihsan menarik nafas lalu berkata dengan jelas."Perkenalkan, dia itu ist---" belum selesai Ihsan bicara, Aynur sudah memotongnya."Perkenalkan, saya adalah kakak dari mas dosen ganteng kalian ini!!" jelas Aynur dengan senyum yang dibuat buat. Seketika mata Ihsan membelalak kepada Aynur."Tuh, kan!! Apa gue bilang!!!" Maya tersenyum puas merasa tebakannya benar.Aynur segera kembali ke dapur menyiapkan spagetti spesial untuk suaminya. Dia ngedumel tak jelas karena masih tersinggung dengan ucapan Maya."Dasar si paling mudaaaa..." cibir Aynur membuat Mei tertawa, rupanya dia juga mendengar apa yang sebelumnya di bahas oleh anak didik Ihsan tersebut.Drrrttt....Drrrttt...Aynur mengambil ponsel di kantongnya, ada pesan masuk dari Ihsan.Ihsan :Maksud Kamu apa? Kakak??Aynur :Iya, daripada TANTE!! Ihsan :Tp klo gini dikiranya q bner2 msh single!A
Lagu Perfect milik Ed Sheeran yang dinyanyikan dengan musik akustik diputar pelan di sebuah kafe dengan konsep Library-Cafe. Kafe yang mengusung warna black and white itu mayoritas dikunjungi oleh mahasiswa dan pelajar. Desain simple dengan pencahayaan yang pas memang diperuntukkan bagi mereka yang suka dengan suasana nyaman dan tenang. Aynur duduk di belakang meja kasir ditemani oleh Ziva yang hari ini mengambil cuti kerja. Sore ini dia akan mulai rawat inap untuk operasi usus buntu yang rencananya dilakukan besok pagi. Sejak sebulan terakhir Ziva mengalami keluhan di perut sebelah kanan. "Kamu beneran ga sakit,nih? bukannya tiduran di rumah malah kesini," tanya Aynur menatap wajah lesu sahabatnya. Ziva menyandarkan kepalanya di kursi kerja dengan punggung tinggi di sebelah Aynur. Sejak dua bulan ini Ziva mantap berhijrah. Berawal dari nazarnya untuk berhijab dan mengenakan gamis jika Aynur benar-benar menikah dengan Ihsan, lama-lama Ziva merasa nyaman. "Gue gabut di rumah mul
Ihsan menatap kedua gadis di depannya.Aisyah si pemegang toples berisi kue kering adalah satu satunya gadis yang masih menghuni seluruh ruang di hatinya. Sedangkan Aynur, dia bukanlah siapa-siapa di hati Ihsan, tapi statusnya saat ini membuat Ihsan harus melindungi dan menjaga baik-baik perempuan itu."Kau alergi terhadap kacang, ya.. Maaf karena aku baru mengetahuinya." Aynur menaruh kembali toples berisi kacang ke atas meja, tak ada gunanya bersaing dengan Aisyah, tanpa ditanyapun Ihsan akan memilih apa yang dibawa Aisyah."Nur, bisakah Kau mengambilkan beberapa potong kue untukku?" pinta Ihsan tiba-tiba. Aynur terkesiap mendengar ucapan Ihsan, ia lantas menatap mata pria itu untuk sekedar memastikan bahwa Ihsan sedang tak salah bicara."Bisa?" ulang Ihsan. Aynur segera mengangguk, ia meraih piring kecil di atas meja lalu menatap Aisyah seolah meminta izin padanya untuk mengambil kue dari toples yang masih dipegangnya.Aisyah membeku, ia tak percaya mendapat perlakuan di luar dugaa
"Bagaimana? apa kamu siap menjadi imam untuk Aynur?" tanya Kyai Mustafa lagi setelah menunggu beberapa saat dan tidak menerima jawaban dari Bobby.Lidah Bobby kelu tak bisa menjawab pertanyaan kyai Mustafa. Aynur tersenyum kecut."Heh!! ternyata elo memang pengecut Bob!" kata Aynur."Pak kyai.. tol
"Jika dia jodoh saya. Saya tidak akan menolak!!" jawab Ihsan pasti membuat semua orang yang ada disitu melongo, tak terkecuali Aynur dan Bobby.Meskipun Ihsan mengatakan hal itu dengan lantang, faktanya di dalam hati kecilnya dia tak ingin mempunyai istri seperti Aynur. Ya Allah, jauhkan hamba dar
"Hallaah!!! Wanita model begituan siapa yang bakal mau jadi suaminya??" "Iya!! Untung aku ga punya menantu modelan begitu!! bisa bisa mati muda aku nanti!! Sudahlah jeng!! Suruh putus!! Masa mas Bobby mau nikah sama yang kaya beginian!!"Kumpulan ibu-ibu berkerudung itu tak hentinya melontarkan ka
Aynur tiduran sambil menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya masih dipenuhi dengan perbincangan ayahnya dengan Ihsan siang tadi. Tawaran menjadi menantu? Apakah ini berarti sebelumnya ayahnya sudah mempunyai niatan untuk menjodohkan dirinya dengan Ihsan? Menikah dengan jalan ta'aruf bukanlah hal












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.