MasukIhsan, seorang pemuda tampan dan santun adalah salah satu guru di pondok pesantren Darul Muttaqin kota Yogyakarta. Karena kesalahan sepele yang tidak ia sengaja, Ihsan terjebak pernikahan dengan putri pimpinan pondok pesantren tempat ia mengajar. Wanita itu adalah Rasheda Aynur Ahmadi, putri seorang Kyai yang begitu disegani banyak orang, siapa lagi kalau bukan Kyai Mustafa Ahmadi. Meskipun putri seorang pimpinan pondok pesantren, faktanya Aynur tak seperti ke empat kakaknya yang santun dan berakhlak mulia. Sifat Aynur tak seindah namanya. Wanita itu bahkan tidak berhijab, shalat bolong-bolong, suka dugem, dan fashionable. Kesalahan tak sengaja yang dilakukan Ihsan memaksa Aynur berpisah dengan Bobby, pria yang sudah menjadi pacarnya sejak 3 tahun terakhir. Mau tak mau Aynur harus menikah dengan pria lugu, santun, dan alim menantu dambaan ibu-ibu pengajian itu. Yang jelas Ihsan sangat jauh dari tipe suami idaman Aynur. Akibat perbedaan sifat yang sangat kontras menyebabkan rumah tangga yang dia bangun bersama Ihsan tidak berjalan mulus. Lalu bagaimana dengan Ihsan? Mampukah dia membuat Aynur berubah menjadi wanita sholehah, baik dan santun seperti harapan orangtuanya? padahal dia sendiri sebelumnya sudah memiliki calon isteri yang sempurna di desa tempat ia tinggal. Haruskah Ihsan mengakhiri pernikahannya dengan Aynur yang bengal dan sulit diatur?
Lihat lebih banyakIhsan berdiri menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Saat itu baru pukul 03.15, tapi dia sudah rapi mengenakan kemeja koko, sarung serta pecinya. Pagi ini Ihsan ada jadwal mengisi kultum di pondok pesantren milik mertuanya.Ihsan mengetuk pintu kamar Aynur. Namun tak ada jawaban, ia mencoba memutar gagang pintu yang tak terkunci. Kamar Aynur hanya bercahaya redup, wanita itu tampaknya masih tertidur pulas.Ihsan mendekat, ia lalu berjongkok di samping ranjang menatap wajah cantik istrinya. Memori semalam kembali terlukis jelas di benak Ihsan, membuat senyumnya mengembang. Perasaannya sungguh bahagia."Saat ini aku tak bisa mengartikan perasaan ini. Semoga Kau tak keberatan menjalani semua ini seperti air yang mengalir. Aku senang bersamamu Aynur..." Ihsan bergumam lirih, menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Aynur.Ihsan meraih jam beker yang telah distel berdering pukul 04.00, tepat saat waktu subuh. Ihsan kemudian berdiri bergegas meninggalkan kamar, tapi tubuhnya terhenti
Ihsan tertawa tertahan mendengar ucapan Maya yang menganggap Aynur adalah tantenya. Melihat reaksi Ihsan, Aynur memelototinya dengan sebal. Ihsan menarik nafas lalu berkata dengan jelas."Perkenalkan, dia itu ist---" belum selesai Ihsan bicara, Aynur sudah memotongnya."Perkenalkan, saya adalah kakak dari mas dosen ganteng kalian ini!!" jelas Aynur dengan senyum yang dibuat buat. Seketika mata Ihsan membelalak kepada Aynur."Tuh, kan!! Apa gue bilang!!!" Maya tersenyum puas merasa tebakannya benar.Aynur segera kembali ke dapur menyiapkan spagetti spesial untuk suaminya. Dia ngedumel tak jelas karena masih tersinggung dengan ucapan Maya."Dasar si paling mudaaaa..." cibir Aynur membuat Mei tertawa, rupanya dia juga mendengar apa yang sebelumnya di bahas oleh anak didik Ihsan tersebut.Drrrttt....Drrrttt...Aynur mengambil ponsel di kantongnya, ada pesan masuk dari Ihsan.Ihsan :Maksud Kamu apa? Kakak??Aynur :Iya, daripada TANTE!! Ihsan :Tp klo gini dikiranya q bner2 msh single!A
Lagu Perfect milik Ed Sheeran yang dinyanyikan dengan musik akustik diputar pelan di sebuah kafe dengan konsep Library-Cafe. Kafe yang mengusung warna black and white itu mayoritas dikunjungi oleh mahasiswa dan pelajar. Desain simple dengan pencahayaan yang pas memang diperuntukkan bagi mereka yang suka dengan suasana nyaman dan tenang. Aynur duduk di belakang meja kasir ditemani oleh Ziva yang hari ini mengambil cuti kerja. Sore ini dia akan mulai rawat inap untuk operasi usus buntu yang rencananya dilakukan besok pagi. Sejak sebulan terakhir Ziva mengalami keluhan di perut sebelah kanan. "Kamu beneran ga sakit,nih? bukannya tiduran di rumah malah kesini," tanya Aynur menatap wajah lesu sahabatnya. Ziva menyandarkan kepalanya di kursi kerja dengan punggung tinggi di sebelah Aynur. Sejak dua bulan ini Ziva mantap berhijrah. Berawal dari nazarnya untuk berhijab dan mengenakan gamis jika Aynur benar-benar menikah dengan Ihsan, lama-lama Ziva merasa nyaman. "Gue gabut di rumah mul
Ihsan menatap kedua gadis di depannya.Aisyah si pemegang toples berisi kue kering adalah satu satunya gadis yang masih menghuni seluruh ruang di hatinya. Sedangkan Aynur, dia bukanlah siapa-siapa di hati Ihsan, tapi statusnya saat ini membuat Ihsan harus melindungi dan menjaga baik-baik perempuan itu."Kau alergi terhadap kacang, ya.. Maaf karena aku baru mengetahuinya." Aynur menaruh kembali toples berisi kacang ke atas meja, tak ada gunanya bersaing dengan Aisyah, tanpa ditanyapun Ihsan akan memilih apa yang dibawa Aisyah."Nur, bisakah Kau mengambilkan beberapa potong kue untukku?" pinta Ihsan tiba-tiba. Aynur terkesiap mendengar ucapan Ihsan, ia lantas menatap mata pria itu untuk sekedar memastikan bahwa Ihsan sedang tak salah bicara."Bisa?" ulang Ihsan. Aynur segera mengangguk, ia meraih piring kecil di atas meja lalu menatap Aisyah seolah meminta izin padanya untuk mengambil kue dari toples yang masih dipegangnya.Aisyah membeku, ia tak percaya mendapat perlakuan di luar dugaa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.