Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anakku Dikurung Hanya Karena Mau Makan Kue

Anakku Dikurung Hanya Karena Mau Makan Kue

Di hari ulang tahun anak dari Kakak Ipar john yang sudah menjanda, Peter, anak kami tak sengaja makan satu suapan kue lebih awal. John meledak marah. Dia langsung melempar putra kami ke dalam ruang bawah tanah. “Kok kamu selalu mau merebut dari Leo? Bahkan di hari ulang tahunnya pun, kamu juga membuatnya menangis! Hanya gara-gara sepotong kue, emangnya kamu itu setan kelaparan?” Kemudian, dia melakban mulut Peter rapat-rapat. “Diam di sini dan renungkan kesalahanmu! Tiga hari kemudian baru boleh keluar!” Ruang bawah tanah itu gelap gulita tanpa setitik cahaya pun, bahkan sering ada laba-laba beracun. Peter tak akan sanggup bertahan meski hanya setengah hari di sana. Aku menangis tersedu-sedu, memohon padanya untuk memaafkan Peter, tapi John sama sekali tak bergeming. “Trik apalagi yang mau kamu mainkan? Sudah berapa kali kubilang, Kakak Ipar membesarkan anaknya sendirian itu nggak mudah. Aku meminta kamu lebih pengertian, tapi bukannya nurut, kamu malah makin menjadi-jadi menindas mereka!” Aku berlutut dan mencengkeram ujung celananya, berjanji bahwa setelah ini kami akan benar-benar menghilang dari hadapan mereka, asalkan dia mau melepaskan Peter. John menyentakkan kakinya hingga peganganku terlepas, lalu menendangku sampai tersungkur. Dia berkata dengan dingin, “Kalau kamu memang nggak bisa jauh-jauh dari Peter, sana ikut merenungkan diri bersamanya! Tiga hari lagi, aku akan mengantar Kakak Ipar dan anaknya keluar negeri. Kalian baru boleh keluar setelah benar-benar tak bisa menindas mereka lagi.” Setelah mengantar Kakak Ipar dan anaknya keluar negeri untuk menikmati hidup, akhirnya John teringat padaku dan Peter. Namun, saat dia sudah memilihkan kado dan hendak menjemput kami, dia malah menerima telepon dari asistennya. “Nyonya dan Tuan Muda … sudah hilang!”
Baca
Tambahkan
The Wedding Fuss

The Wedding Fuss

Harusnya, impianku menikah dengan pria yang mapan dan tampan. Nyatanya, aku malah menikah sama duda beranak satu. Iya, sih, suamiku mapan dan tampan. Tapi, mendiang istrinya nggak harus nempel terus di hidup kami dong! Emang aku lebih buruk dari mendiang istri suamiku, ya? Apa iya aku nggak pantes gantiin posisi perempuan yang udah meninggal itu? Ah, ternyata, menikah dengan duda tampan dan mapan itu ribet!
Romansa
473 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Baby Sitter Tuan Bos

Baby Sitter Tuan Bos

Ika Armeini
(21+) harap bijak dalam membaca. Satya pagi-pagi sudah mendapatkan give away dari mantan cinta semalamnya. Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang katanya itu anak Satya, mirip sih muka mereka, tapi apa benar itu hasil benih premium super Satya, akibat kondom bocor hampir empat tahun silam? Untung ada Binar, si asisten rumah tangga slebor, tidak jago bersih-bersih, tapi jago merawat bocil. Ternyata Binar jago juga merawat Tuan Bos Satya.
Romansa
104.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Setelah ayahnya menikah lagi, Doni diminta tinggal di sebuah rumah mewah untuk mengawasi tiga adik tirinya yang kabarnya sangat liar. Siapa sangka, ketiga gadis itu ternyata adalah anggota grup idola Sweet3 yang selama ini dipuja-puja oleh Andy, pria yang dulu merundung dan merebut kekasih Doni. Kini dengan penampilan barunya yang atletis, Doni justru menjadi rebutan para idola cantik tersebut dan siap membalas dendam pada masa lalunya. "Sini dong Kak, jangan cuma dilihatin. Kita bertiga udah sepakat kok, siapa pun yang Kakak pilih duluan buat 'main', dua lainnya nggak bakal marah."
Male Adult
101.0K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

"Talak aku, Mas. Talak aku, sekarang!" Aku mengucapkannya dengan marah. Walaupun begitu, air mataku tetap saja turun dengan derasnya. Mas Gandhy, suamiku itu malah terlihat bingung seolah tak tahu harus menuruti keinginanku atau tidak. Sementara itu, aku melihat Deva yang ikut menangis. Dasar munafik, batinku. "Mbak, kok malah kamu ikutan nangis? Bukannya harusnya kamu senang karena dah berhasil rebut hati suamiku ya," ucapku. Deva menarik tanganku, "Sumpah, Ra. Aku nggak pernah berniat hancurin pernikahan kamu. Aku sama Gandhy hanya mesra di chat aja. Kami nggak pernah..." "Nggak pernah apa?" potongku.
Rumah Tangga
1075.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Istri Manja Om Duda

Istri Manja Om Duda

Reina merasakan dunianya jungkir-balik ketika kedua orang tuanya meninggal dalam suatu kecelakaan. Di tengah duka yang melanda, seorang duda ganteng tiba-tiba saja mendatanginya bersama pengacara papanya yang memberitahukan bahwa duda itu merupakan calon suaminya. "Ha? Kenal aja enggak! Calon suami? Tapi saya punya pacar lho, Pak Pram." "Ya tinggal diputusin," cetus si Om Duda. "Gitu aja apa susahnya sih?" Lantas, bagaimana kehidupan Reina yang terikat dengan Om Duda bernama Alex itu?
Rumah Tangga
1033.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kubalas Penghianatanmu Mass

Kubalas Penghianatanmu Mass

"Aku ini kamu anggap istri bukan sih mas! Pulang kerja tidak pernah menyapaku, langsung main HP sampai lupa waktu, waktu sholat pun kau lupa" sentak Andin. "Diam kau! Aku ini lelah bekerja, pulang2 malah denger kau ngomel? Tak tau diri! Ini rumahku! Ini kehidupan ku, kau cuma numpang tak usah mengatur ku" jawab Firman tak mau kalah. Deg Andin terkejut dengan penuturan suaminya. Apa dia bilang? Ini rumahnya? Hah yang benar saja
Rumah Tangga
4.3K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Gugurnya Kembang Mekar

Gugurnya Kembang Mekar

Selama lima tahun pernikahan, Diego selalu mempertahankan citra sebagai suami penyayang yang tak tergoyahkan. Sebagai pewaris Keluarga Luis, dia dengan disiplin mematuhi jam malam dan selalu pulang tepat waktu. Setiap hari dia sendiri yang menyetir mengantarku ke kantor, dan setiap hari raya dia bersusah payah menyiapkan hadiah. Instagram dan Twitter, semuanya dipenuhi keseharian dia memanjakan istrinya. Para netizen bercanda menyebutnya sudah stadium akhir "maniak cinta", sementara para penggemar pasangan menggilai pasangan kami mati-matian. Akan tetapi, akun WhatsApp-nya masih login di tablet, dan seorang perempuan mengiriminya sebuah video. Dalam video itu, si perempuan bercosplay sebagai polisi kelinci, tatapannya sayu dan menggoda. Sambil berlutut dengan kedua kaki terbuka, kedua tangannya sedang membuka kancing di dada, seolah tidak sabar memperlihatkan kulitnya yang putih mulus. [Kelinci kecil sangat merindukan Kak Diego, mau ciuman dari Kak Diego!] Suara perempuan itu manis dan menggoda, dengan nada sedikit manja. Awalnya aku tidak menganggapnya serius. Wajar saja kalau ada yang menyukai Diego, siapa sih yang tidak punya beberapa pengejar? Selama ini dia memberiku rasa aman yang cukup. Tepat saat kupikir ini hanya godaan sepihak lagi, Diego membalasnya: [Besok, seharian penuh kamu jangan harap bisa turun dari tempat tidur.] ...
Baca
Tambahkan
Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Sejak sahabat masa kecil Irfan meninggal, dia membenciku selama sepuluh tahun penuh. Hari kedua setelah menikah, dia langsung mengajukan diri ke organisasi untuk pergi ke perbatasan. Selama sepuluh tahun itu, aku menulis surat tanpa henti, berusaha menunjukkan ketulusanku. Tapi, balasan yang kuterima selalu hanya satu kalimat. [Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, lebih baik cepat mati saja!] Namun, saat aku diculik, dia malah menerobos markas penjahat seorang diri, menembus hujan peluru demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dengan sisa tenaganya, dia menepis tanganku dengan keras. “Menikah denganmu… adalah penyesalan terbesarku….” “Kalau ada kehidupan berikutnya, kumohon jangan pernah datang menggangguku lagi….” Di pemakaman, ibu Irfan menangis penuh penyesalan. “Anakku, ini salahku… aku nggak seharusnya memaksamu….” Ayah Irfan juga menatapku penuh kebencian. “Kamu sudah membunuh Selina, sekarang juga membunuh anakku. Dasar pembawa sial! Kok kamu nggak mati saja?!” Bahkan komandan yang dulu mati-matian mendukung pernikahan kami hanya bisa menggeleng dan menghela napas. “Ini salahku yang dulu memisahkan mereka, aku benar-benar bersalah pada Irfan.” Semua orang merasa kasihan pada Irfan. Termasuk diriku sendiri. Aku dikeluarkan dari organisasi dan malam itu juga, aku menelan racun di tengah sawah yang sepi. Saat membuka mata kembali, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan. Kali ini, aku memutuskan untuk merelakan semuanya.
Baca
Tambahkan
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

"Aku bersedih dengan kepergian anak sendiri, apa itu salah?" sindirku sedikit marah. "Gak salah, tapi kamu udah berlebihan," tukas Jamie gemas. "Itu karena kamu gak merasa kehilangan Gibran." "Kata siapa?!" Jamie mulai meninggikan suara. "Gibran anakku. Darah dagingku. Aku juga menangis saat tahu dia gak ada, Kira. Tapi gak terus-terusan seperti kamu." "Kamu gak ngerti perasaan seorang Ibu sih, Jam." AKu menunduk untuk menyembunyikan air mata. "Sudah payah aku mengandung Gibran, bertarung nyawa saat melahirkan ke dunia. Lantas dia berpulang dengan begitu mudahnya hanya karena tersedak. Gibran masih terlalu kecil, Jamie. Masih kecil. " Tangisku pecah kembali. "Kura, kamu mau menangis darah, Gibran gak akan pernah bisa kembali." "Gibran gak akan meninggal kalau kamu gak pergi ke acara reuni itu." "Jadi kamu menyalahkan aku?!" bentak Jamie tampak murka. "Iya, " jawabku lantang, "sudah tahu bayimu sakit, kamu tetap nekat pergi juga. Jika kamu merasa menjadi seorang ayah,kamu gak kan melakukannya, Jamie." "Maut itu sudah digariskan oleh Allah--" "Tapi kalo kamu stay di rumah, mungkin Gibran akan tertolong," potongku dengan berurai air mata. Jamie pun bergeming. Tangan mengelap kedua matanya yang basah. Dia terlihat memegangi dadanya saat bernapas. "Jadi mau kamu apa sekarang?" tanya Jamie dingin. "Aku mau kita CERAI!"
Romansa
9.9192.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3435363738
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status