Di Balik Rupa Burukku
Hal ini kulakukan karena suasana hatiku juga sudah membaik karena penawaran yang gagal itu, bang Sofian juga tidak menjatuhkan harga tubuhku.
Bang Sofian tampak gembira menerima kopi buatanku, dia memuji bahwa kopi ini sangat enak.
"Wah, Abang belum pernah minum kopi seperti ini, rasanya beda dan enak, kau campurkan apa di dalamnya?"
"Itu hanya kopi susu, Bang."
"Hmm, aku pernah minum kopi susu tapi rasanya tak seperti ini, ini pasti ada campuran lain selain susu."
Chapitres populaires