Pelakor XXL
Pria itu mengecup tangan Reya, memainkan tangan itu dengan gemas.
"Saya tadi sengaja beli kopi dingin buat kamu." Jun memberikan pada Reya.
"Makasih, Om enggak marah sama aku?" tanya Reya.
Jun gelengkan kepala. "Saya rasa, kangen saya lebih banyak daripada kesal saya ke kamu. Dari banyak hal yang saya pikirkan dan ingin saya lakukan sama kamu, saya lebih ingin kita dalam kondisi baik dan bisa ngobrol." Jun terhenti, mengusap wajah Reya. "Saya kangen kamu Rey, hmm? Kangen sekali." Jun memeluk Reya dengan erat, helaan napas berat ia rasakan. Belakangan moodnya buruk, beberapa pekerjaan juga tersendat. Perkara kecip sebenarnya. Hanya saja, itu jadi sangat mengganggunya.
Bab Populer